Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG ditutup turun 0.74% kemarin, dan masih disertai dengan net sell asing ~284 Miliar masih dari efek outflow setelah Trump terpilih sebagai presiden US. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, BBNI, TLKM, dan GOTO.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Reatil Research BNI Sekuritas Fanny Suherman, laju IHSG hari ini berpotensi bergerak sideways cenderung melemah, menunggu keputusan BI rate di Rabu nanti.
“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG diproyeksi berada di rentang 7090-7130 dan level Resist IHSG berada di kisaran 7190-7220,” katanya, dalam riset Senin (18/11/2024).
Global Overnight Review
Wall Street Lanjutkan Pelemahan. Wall Street melanjutkan pelemahan pada Jumat (15/11) disebabkan pernyataan pimpinan The Fed Jerome Powell.
Indeks Dow Jones turun 0,7% menjadi 43.444,99; S&P 500 melemah 1,32% menjadi 5.870,62; Nasdaq Composite menurun 2,24% menjadi 18.680,12.
Pada Kamis (14/11), Powell menyatakan bahwa perekonomian AS masih bertumbuh, pasar tenaga kerja solid, dan inflasi masih di atas target 2% sehingga bank sentral AS tidak perlu terburu-buru untuk memangkas suku bunga lagi.
Di sisi lain, data terbaru menunjukkan penjualan ritel AS bulan Oktober meningkat lebih rendah dari ekspektasi.
Menurut FedWatch CME Group, probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 25bps pada Desember kini hanya mencapai 42%.
Sementara itu, indeks sektor kebutuhan primer konsumen turun 0,8% setelah Presiden terpilih AS Donald Trump menyebut akan menunjuk Robert F Kennedy Jr sebagai Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan.
Saham Monster Beverage, Lamb Weston, dan Keurig Dr Pepper masing-masing turun 7%, 6%, dan 5%.
Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi, Nikkei Naik namun Kospi Turun. Bursa saham Asia-Pasifik beragam pada Jumat (5/11), hal ini berbanding terbalik dengan Wall Street yang melemah setelah pernyataan Jerome Powell dari The Fed, menyatakan bahwa The Fed tidak perlu “terburu-buru menurunkan suku bunga”.
Pertumbuhan ekonomi AS yang kuat memungkinkan kebijakan untuk mengambil waktu dalam memutuskan seberapa jauh dan seberapa cepat mereka harus menurunkan suku bunga.
Di China, penjualan ritel meningkat 4,8% pada Oktober dari tahun lalu, melampaui estimasi. Sementara, produksi industri naik 5,3%, lebih rendah dari perkiraan.
Di Jepang, PDB melaporkan Q3 meningkat 0,3% YoY dan naik 0,2% QoQ, sesuai estimasi. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,28% setelah pengumuman PDB, dan Topix naik 0,39%.
Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,74%, Hang Seng Hong Kong naik 0,06%. Sedangkan, Kospi Korea Selatan turun 0,08% dan Shanghai Composite turun 1,45%.
Trading Idea hari ini: RAJA, ANTM, PSAB, BRMS, KPIG, dan BREN
–RAJA Spec Buy dengan area beli di 2000-2040, cutloss jika break di bawah 1950. Jika tidak break di bawah 2040, potensi naik ke 2100-2150 short term.
–ANTM Spec Buy dengan area beli di 1400, cutloss jika break di bawah 1380. Jika tidak break di bawah 1400, potensi naik ke 1420-1435 short term.
–PSAB Spec Buy dengan area beli di 300-306, cutloss jika break di bawah 300. Jika tidak break di bawah 300, potensi naik ke 312-322 short term.
–BRMS Buy if Break 404, dengan area jual di 410-416 short term. Jika belum break di atas 404, bisa buy di area 386-390, cutloss di bawah 384.
–KPIG Spec Buy dengan area beli di 150-159, cutloss jika break di bawah 146. Jika tidak break di bawah 150, potensi naik ke 163-170 short term.
–BREN Buy on Weakness dengan area beli di 6850, cutloss jika break di bawah 6650. Jika tidak break di bawah 6650, potensi naik ke 7000-7100 short term.
