
Jakarta, businessnews.id — Total kredit perbankan untuk tahun 2014 diperkirakan tumbuh di kisaran 17% sampai 19%. Itu lebih tinggi daripada proyeksi Bank Indonesia (BI) yang memerkirakan 15%. Demikian dikatakan oleh Manager Analyst Financial Institution Ratings ICRA, Kreshna D. Armand, dalam jumpa pers di Jakarta tadi pagi.
Kreshna mengatakan, sejumlah hal memungkinkan terjadinya pertumbuhan 17% sampai 19% itu. Antara lain, sektor perdagangan sudah kembali beroperasi secara normal sehingga memerlukan pembiayaan dari perbankan.
ICRA, dia mengatakan, mengeluarkan angka proyeksi itu setelah menimbang beberapa faktor. Antara lain ketidakpastian pasar domestik ataupun global, dan situasi suku bunga tinggi yang akan memerlambat rencana belanja modal.
Lebih lanjut dia mengatakan, LDR (loan to deposit ratio) perbankan tahun 2014 akan naik tipis. “Untuk sampai di angka 90%, masih mungkin. Tapi kalau di angka 95%, saya rasa tidak,” kata dia.
Adapun untuk NPL (non-performing loan), perbankan perlu memerhatikan ekstra sejumlah sektor. Antara lain kredit konsumsi. Itu karena, belakangan ini, harga produk yang biasa dibeli menggunakan kredit itu, telah naik secara signifikan. “Sektor properti pun perlu dicermati. Kini, tingkat hunian di beberapa tempat, tidak di titik yang bagus,” kata dia. (DHI)
EDITOR: DHI