Jakarta, TopBusiness – Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menyediakan hunian yang layak. Data menunjukkan terdapat 24,6 juta rumah yang belum layak huni dan backlog kepemilikan rumah mencapai 9,9 juta unit.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan akses terhadap perumahan layak dengan menawarkan berbagai skema pembiayaan terjangkau.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan, program KPR Subsidi menjadi solusi utama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah, khususnya generasi muda. Sebanyak 75 persen debitur KPR Subsidi BTN adalah kelompok milenial berusia 21 hingga 35 tahun.
“Ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan rumah masih menjadi prioritas utama generasi muda Indonesia,” kata Nixon kepada media yang dikutip Jumat (29/11/2024).
Menurut dia, Program KPR Subsidi BTN didesain untuk mendukung visi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rumah rakyat, terutama melalui Program Tiga Juta Rumah. “Kami memastikan generasi muda memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan hunian,” ujarnya.
Hingga September 2024, KPR Subsidi BTN mencatat penyaluran sebesar Rp 172,7 triliun, tumbuh 9,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Selain KPR Subsidi, BTN juga melihat pertumbuhan pada segmen KPR Non-Subsidi, terutama untuk masyarakat dengan kemampuan finansial lebih tinggi.
Hingga Oktober 2024, BTN telah mengoperasikan sembilan Sales Center di berbagai wilayah strategis, termasuk di kawasan premium seperti Pantai Indah Kapuk, Pondok Indah, dan Cibubur. Sales Center ini dirancang untuk melayani nasabah Emerging Affluent yang mencari rumah dengan ticket size di atas Rp 750 juta.
“Permintaan di segmen ini menunjukkan tren positif seiring dengan pertumbuhan daya beli masyarakat menengah ke atas,” ucapnya.
Dia menambahkan, BTN terus berinovasi untuk mempermudah akses pembiayaan perumahan melalui digitalisasi layanan dan program edukasi kepada generasi millennial.
Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan, mempermudah proses pengajuan KPR, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor perumahan.
