TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Utang Luar Negeri Akhir Februari 2017 Setara USD321,7 Miliar

Achmad Adhito
17 April 2017 | 17:57
rubrik: Ekonomi

Jakarta-  Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2017 mengalami kenaikan 2,7% (yoy) menjadi USD321,7 miliar. Berdasarkan kelompok peminjam, perlambatan tersebut dipengaruhi oleh ULN sektor publik yang tumbuh melambat, seiring dengan ULN sektor swasta yang tetap menurun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi  BI, Tirta Segara mengatakan ULN sektor publik pada Februari 2017 tercatat sebesar USD162,0 miliar atau tumbuh 10,3% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan di bulan sebelumnya yang sebesar 12,4% (yoy).

“Sementara itu, posisi ULN sektor swasta pada Februari 2017 tercatat sebesar USD159,7 miliar atau turun 4,0% (yoy), sama dengan penurunan bulan sebelumnya,” terang dia dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (17/4/2017).

Berdasarkan jangka waktu, kata dia, terjadi perlambatan ULN ULN jangka panjang. ULN berjangka panjang pada Februari 2017 tumbuh 0,8% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan Januari 2017 yang sebesar 2,1% (yoy). ULN jangka panjang masih mendominasi ULN Indonesia dan pada Februari 2017 tercatat sebesar USD278,1 miliar atau 86,4% dari total ULN. ULN jangka panjang tersebut terdiri dari ULN sektor publik sebesar USD159,5 miliar (pangsa 57,4% dari total ULN jangka panjang) dan ULN sektor swasta sebesar USD118,5 miliar (pangsa 42,6% dari total ULN jangka panjang). Sementara itu, ULN berjangka pendek tumbuh 17,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Januari 2017 sebesar 14,7% (yoy) terutama karena meningkatnya utang dagang sektor swasta. ULN berjangka pendek tercatat sebesar USD43,6 miliar (pangsa 13,6% dari total ULN), terdiri dari ULN sektor swasta sebesar USD41,2 miliar (pangsa 94,4% dari total ULN jangka pendek) dan ULN sektor publik sebesar USD2,4 miliar (pangsa 5,6% dari total ULN jangka pendek).

BACA JUGA:   Berkunjung ke Redaksi TopBusiness, Bapeda Jabar Minta Dukungan Pembangunan Daerah Berbasis CSR

Sementara Menurut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir Februari 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, sektor industri pengolahan, sektor pertambangan, serta sektor listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,6%. Bila dibandingkan dengan Januari 2017, pertumbuhan tahunan ULN sektor industri pengolahan meningkat sedangkan sektor listrik, gas dan air bersih melambat. Di sisi lain, ULN sektor pertambangan dan sektor keuangan masih mengalami kontraksi pertumbuhan.

Ia menjelaskan, BI memandang perkembangan ULN pada Februari 2017 tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional. Bank Indonesia terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang berpotensi memengaruhi stabilitas makroekonomi.(az)

 

Previous Post

RELI Bagi Dividen 27% Dari Laba Bersih 2017

Next Post

Dirjen EBTKE Kunjungi PLTP Baturaden

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR