Jakarta, TopBusiness — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin ditutup naik 0.21%, disertai dengan net buy asing ~50 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, ANTM, ASII, EXCL, dan BBNI.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, laju IHSG hari ini berpotensi koreksi terbatas.
“Dengan kondisi itu maka level support IHSG akan berada di rentang 7380-7430 dan level Resist IHSG akan berada di kisaran 7500-7520,” ujarnya, dalam riset dia, Rabu (11/12/2024).
Global Overnight Review
Wall Street Melemah, Fokus Beralih ke Rilis Data Inflasi AS. Indeks-indeks Wall Street turun pada Selasa (10/12). Di saat pelaku pasar tengah menanti rilis data inflasi terbaru dari AS yang dijadwalkan minggu ini. Indeks S&P 500 turun 0,3% di level 6.034,91; Nasdaq Composite melemah 0,25% ke level 19.687,24 dan Dow Jones menurun 0,35% ke level 44.247,83.
Saham Oracle anjlok 6,7% setelah perusahaan perangkat lunak database ini melaporkan hasil 2Q24F yang tidak sesuai ekspektasi Wall Street.
Di sisi lain, Alphabet mencatatkan kenaikan 5,6% setelah Google mengumumkan terobosan besar dalam komputasi kuantum melalui peluncuran chip terbarunya.
Saham perusahaan chip tersebut terus melemah pada Selasa setelah regulator China menyatakan sedang menyelidiki Nvidia atas kemungkinan pelanggaran undang-undang anti monopoli negara itu.
Sebaliknya, Meta Platforms, mencatat kerugian pada perdagangan Senin, berhasil naik 1% pada Selasa. Selain itu, fokus investor tertuju pada laporan indeks harga konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pada Rabu (13/12).
Data ini dapat mempengaruhi keputusan The Fed terkait suku bunga dalam pertemuan 17-18 Desember mendatang, yang diperkirakan inflasi utama naik 0,3% pada November dan 2,7% dalam 12 bulan terakhir.
Bursa Saham Asia Menguat, Karena Perubahan Kebijakan Politbiro China. Bursa saham Asia mayoritas menguat pada perdagangan Selasa (10/12), seiring China menjanjikan pemangkasan suku bunga dan dorongan konsumsi.
Di sisi lain, menjelang rilis data inflasi penting di AS. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,50%, CSI 300 China tumbuh 0,73%, dan Shanghai Composite menguat 0,59%.
Sementara itu, Nikkei dan Topix Jepang masing-masing menguat 0,53% dan 0,25%. Indeks KOSPI Korea Selatan kembali melesat 2,43% dan KOSDAQ melonjak 5,52%, dan Singapura terapresiasi 0,55%.
Pernyataan dari Politbiro China pada Senin memicu kenaikan saham Hong Kong dan menekan yield obligasi pemerintah China ke level terendah sepanjang masa.
Media pemerintah Xinhua melaporkan, pejabat tinggi Partai Komunis mengubah sikap kebijakan moneter dari “prudent” menjadi “moderat longgar,” mencerminkan respons mereka terhadap krisis sebelumnya, dengan janji untuk menstabilkan pasar dan “menggenjot” konsumsi.
Namun, detail lebih lanjut diperkirakan diumumkan dalam Konferensi Kerja Ekonomi Pusat akhir pekan ini. Bank Sentral Australia kembali mempertahankan suku bunga acuannya pada 4,35% untuk pertemuan kedelapan berturut-turut. Indeks ASX 200 Australia melemah 0,36%. (Source: Investor Daily, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: PNLF, SCMA, AADI, ADRO, BREN, dan ISAT
–PNLF Spec Buy dengan area beli di 478, cutloss jika break di bawah 474. Jika tidak break di bawah 474, potensi naik ke 482-490 short term.
–SCMA Spec Buy dengan area beli di 177-180, cutloss jika break di bawah 176. Jika tidak break di bawah 177, potensi naik ke 183-190 short term.
–AADI Buy on Weakness dengan area beli di 10000-10100, cutloss jika break di bawah 10000. Jika tidak break di bawah 10000, potensi naik ke 10450-10800 short term.
–ADRO Spec Buy dengan area beli di 2700-2730, cutloss jika break di bawah 2700. Jika tidak break di bawah 2700, potensi naik ke 2750-2800 short term.
–BREN Spec Buy dengan area beli di 8400, cutloss jika break di bawah 8300. Jika tidak break di bawah 8300, potensi naik ke 8500-8600 short term.
–ISAT Spec Buy dengan area beli di 2450, cutloss jika break di bawah 2430. Jika tidak break di bawah 2430, potensi naik ke 2520-2580 short term.
