TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Genjot Produksi Gula, ID Food Perluas Lahan Tebu

Nurdian Akhmad
20 December 2024 | 09:53
rubrik: Business Info
Perhutani dan PG Rajawali I Sinergi Dukung Swasembada Gula
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness – Menghadapi musim giling 2025, Holding BUMN Pangan ID Food akan berfokus pada perluasan lahan tebu, penerapan pertanian pintar, dan peningkatan kemitraan dengan petani. Hal tersebut juga dilakukan demi menggenjot produksi gula.

Direktur Utama ID FOOD Sis Apik Wijayanto mengatakan, perluasan lahan tebu menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan guna memastikan pasokan bahan baku. Dengan bertambahnya luasan lahan tebu, baik itu lahan tebu sendiri (HGU) maupun kemitraan, perusahaan akan memiliki kepastian pasokan bahan baku tebu untuk digiling menjadi gula di enam Pabrik Gula (PG) yang saat ini dikelola ID Food Group.

“Perluasan lahan tebu sangat penting untuk menunjang produksi gula. Salah satu langkah perluasan yang kami lakukan melalui kerja sama optimalisasi lahan dengan Perhutani dan PTPN serta instansi lainnya,” ujar Sis Apik dalam keterangan di Jakarta yang dikutip, Jumat (20/12/2024).

Saat ini, luas areal tebu ID Food terus mengalami pertumbuhan. Pada 2024, ID Food mencatatkan luas areal tebu seluas 61 ribu hektare, atau meningkat 13 persen dari capaian tahun sebelumnya 53 ribu hektare. Selain perluasan lahan tebu yang terus digenjot, menurut Sis Apik, peningkatan produksi gula juga didorong melalui inovasi dan digitalisasi di sepanjang rantai pasok produksi.

“Saat ini, kami telah menerapkan sistem monitoring berbasis digital yang meliputi monitoring pelaksanaan tebangan, monitoring pertumbuhan tanaman, dan mapping luasan petak kebun,” jelasnya.

Sis Apik menyampaikan, peningkatan kemitraan petani tebu rakyat juga menjadi pilar yang terus diperkuat untuk mendongkrak pertumbuhan produksi gula ID Food Group pada 2025.

Untuk menstimulus peningkatan kemitraan, ID Food menjalankan kerja sama fasilitas pendanaan bagi petani, mulai dari program kredit usaha rakyat (KUR) dengan menggandeng perbankan, Sistem Resi Gudang (SRG), Kontrak Pasok, dan percepatan pembayaran kepada petani.

BACA JUGA:   ID FOOD Optimis Gula 2025 Tumbuh di Atas Produksi Nasional

Sis Apik menuturkan, penguatan kemitraan petani tebu rakyat menjadi faktor penentu yang berdampak langsung bagi pasokan bahan baku tebu. Berkat kemitraan yang baik dengan petani, pada musim giling 2024, jumlah tebu digiling ID Food Group mengalami lonjakan 12,5 persen dari 2023, atau naik dari 3,5 juta ton menjadi 4 juta ton.

“Kemitraan bersama petani tebu ini berkaitan langsung dengan ketersediaan dan keberlanjutan pasokan bahan baku tebu. Jumlah tebu digiling menjadi salah satu penentu bagi tingginya produksi serta efisiensi operasional yang diukur dari optimasi kapasitas pabrik atau lama waktu giling,” kata Sis Apik.

Tags: Holding BUMN panganID Foodlahan tebuproduksi gula
Previous Post

Sambut Nataru, Hutama Karya Beri Diskon Tarif 10% Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung dan Pekanbaru – Dumai

Next Post

TOP CSR Awards 2025 Siap Digelar, Catat Jadwalnya!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR