Jakarta- Sepanjang tahun 2016, PT Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia (Reliance Finance) mencatatkan laba bersih Rp11,6 miliar atau naik 70,5% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015 sebesar Rp6,8 miliar.
Direktur Utama Reliance Finance, Hadianjaya mengatakan pertumbuhan laba bersih ini didukung oleh kenaikan pendapatan usaha yang mencapai hampir dua kali lipat menjadi Rp50,9 miliar sepanjang 2016 dari tahun sebelumnya sebesar Rp25,7 miliar. Adapun, piutang pembiayan Reliance Finance mencapai Rp316,3 miliar pada 2016 atau meningkat 21,4% dibandingkan dengan 2015 sebesar Rp260,6 miliar.
“realisasi kinerja sepanjang tahun lalu yang sangat baik didukung oleh perencanaan keuangan yang solid dan lini bisnis pembiayaan kepemilikan rumah (mortgage) yang berkembang signifikan,” kata dia dalam siaran pers, Kamis(18/5/2017).
Ia menambahkan, Reliance Finance telah menggeluti lini bisnis mortgage, lini bisnis pembiayaan bersama dengan perusahaan pembiayaan lain (joint financing), dan pembiayaan multiguna.
Selama ini mayoritas pendanaan Reliance Finance bersumber dari pasar modal, yakni melalui penerbitan surat utang jangka menengah (Medium Term Notes) dan obligasi.
“Ke depannya perusahaan berencana memperluas sumber pendanaan dari perbankan, baik secara pinjaman bilateral,channeling, joint financing, serta pendanaan lainnya,” papar Hadianjaya.(az)