Jakarta, TopBusiness—Memasuki tahun 2025, RSUD Aek Kanopan, Kabupaten Labuanbatu Utara, Sumatera Utara, menjadi sebuah BLUD (badan umum layanan daerah). Bertolak dari situ, ada harapan dari Bupati Labuanbatu Utara, Dr. Hendri Yanto Sitorus.
“Komitmen RSUD Aek Kanopan untuk memberikan layanan terbaik ke masyarakat, diharapkan semakin naik,” kata bupati tersebut dalam wawancara penjurian Top BUMD Awards 2025 melalui jaringan internet, yang digelar Majalah TopBusiness berkolaborasi dengan sejumlah lembaga (15/1/2025).
Bupati Hendri Sitorus pun mengatakan bahwa, komitmen untuk memberi layanan terbaik ke masyarakat tersebut, paralel dengan visi yang dimiliki Kabupaten Labuanbatu Utara.
Ia pun mencatat beberapa hal bagus dari RSUD Aek Kanopan. Yakni, naiknya setoran PAD (pendapatan asli daerah) dari RSUD tersebut. “Hal ini tentu menjadi titik awal yang baik dalam status sebagai BLUD,” kata bupati tersebut.
Inovasi oleh RSUD Aek Kanopan pun terus berjalan. Contoh dari hal tersebut adalah inovasi e-learning.
“Jumlah pasien RSUD tersebut pun terus naik. Pemerintah Kabupaten Labuanbatu Utara akan terus mendorong naiknya performa RSUD Aek Kanopan,” kata Bupati Hendri Sitorus lagi.
Sementara itu, dalam tanya-jawab dengan Dewan Juri Top BUMD Awards 2025, Direktur RSUD Aek Kanopan, dr. Juri Freza, mengatakan bahwa dengan status sebagai BLUD, RSUD Aek Kanopan ingin menjadi RS pengampu untuk wilayah pantai timur Sumatera Utara. “Kami tak ingin bahwa ada pasien dari pantai timur, yang harus dirujuk ke RS Adam Malik di Medan. Idealnya, pasien tersebut bisa kami tangani,” kata Juri Freza.
Kini, RSUD Aek Kanopan punya total 27 dokter spesialis. Dari situ, sebanyak 20 orang merupakan dokter spesialis dari ASN, dan tujuh orang merupakan dokter spesialis yang dikontrak oleh RSUD Aek Kanopan.
Berbagai penataan pun terus digelar oleh manajemen RSUD tersebut. Juri Freza memberikan contoh dalam hal pengelolaan tenaga medis. Dalam hal ini, mereka harus ditempatkan sesuai dengan kompetensinya. “Saat ini, di RSUD Aek Kanopan, tidak ada perawat yang menjadi staf administrasi. Tidak pula ada perawat yang menjadi tenaga non-medik. Mereka harus kerja sesuai kompetensinya,” kata dia.
Juri Freza berkata, “Kami menargetkan bahwa, dalam lima hingga enam tahun setelah menjadi BLUD, benar-benar bisa mandiri.
Adapun Kepala Bidang Medik dan Keperawatan RSUD Aek Kanopan, dr. Rifan Eka Nasution, mengatakan bahwa dengan status sebagai BLUD, RSUD tersebut berniat menjadi lebih efisien dan unggul.
Saat ini, dalam hal Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit, RSUD Aek Kanopan menyandang tingkat kelulusan ‘paripurna’. “Untuk tahun 2024, nilai akuntabilitas unit kinerja kami di 91,15. Jadi, predikat kami di ‘AA’,” demikianlah Rifan menjelaskan.
Di tahun 2024, RSUD Aek Kanopan memberikan PAD dari retribusi pelayanan kesehatan senilai Rp15.203.041.103. Angka ini sebesar 92,14% dari yang ditargetkan.
Sedangkan pada tahun 2023, nilai tersebut di Rp12.902.826.413. “Itu sebesar 85,45% dari target,” Rifan menjelaskan.
