Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 0.39%, disertai dengan net buy asing ~466 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BMRI, BREN, UNTR, dan CUAN.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Fanny Suherman, CFP, Head of Retail Research BNI Sekuritas, laju IHSG hari ini berpotensi sideways menunggu hasil lelang SRBI.
“Dengan kondisi itu, untuk level support IHSG berada di rentang 7000-7080 dengan level Resist IHSG diproyeksi di kisaran 7150-7230,” ungkap dia, dalam risetnya, Jumat (17/1/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Kompak Melemah, Disebabkan Saham Teknologi. Indeks-indeks Wall Street terkoreksi pada Kamis (16/1).
Hal itu karena tertekan penurunan saham-saham teknologi besar. S&P 500 turun 0,21% ke level 5.937,34; Nasdaq Composite melemah 0,89% ke 19.338,29 dan Dow Jones Industrial Average menurun 0,16% menjadi 43.153,13.
Saham Apple melemah 4%, mencatatkan penurunan sejak 5 Agustus. Saham Tesla juga turun lebih dari 3%, diikuti Nvidia yang turun hampir 2%, dan Alphabet yang kehilangan sekitar 1%.
Morgan Stanley melampaui ekspektasi pendapatan, mengangkat sahamnya sebesar 4%. Bank of America juga melaporkan hasil di atas perkiraan, meskipun sahamnya turun sekitar 1%.
Hasil tersebut mengikuti laporan dari rekan-rekan perbankan lainnya seperti JPMorgan Chase dan Goldman Sachs, yang juga mencatatkan hasil kuartal keempat di atas ekspektasi.
Musim laporan keuangan ini secara keseluruhan dimulai dengan kuat. Berdasarkan data FactSet, 77% perusahaan yang telah melaporkan kinerjanya berhasil mengalahkan ekspektasi.
Pasar Asia-Pasifik Menguat, Didukung Penurunan Inflasi AS. Bursa Asia kompak menguat pada Kamis (16/1). Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,33%, Hang Seng di Hong Hong meningkat 1,23%, CSI 300 China naik tipis 0,11%, Taiex Taiwan melesat 2,27%, Kospi Korea Selatan naik 1,23% dan ASX 200 menguat 1,38%.
Sementara itu, FTSE Straits Times menguat 0,81%, sedangkan FTSE Malay melemah 0,42%. Penguatan bursa saham Asia menguat setelah pasar AS melonjak karena penurunan tak terduga pada angka inflasi inti pada bulan Desember dan laba perbankan yang kuat.
Di sisi lain, Bank of Korea mempertahankan suku bunga acuannya di level 3%. Selain itu, indeks harga produsen Jepang naik 3,8% YoY pada bulan Desember.
Sementara itu, dari Australia tingkat pengangguran Australia naik menjadi 4,0% pada bulan Desember dibandingkan 3,9% pada bulan November. (Source: Investor Daily, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: PSAB, BRMS, PANI, PTRO, BRIS, dan SCMA
–PSAB Buy on Weakness dengan area beli di 232, cutloss jika break di bawah 228. Jika tidak break di bawah 228, potensi naik ke 240-248 short term.
–BRMS Spec Buy dengan area beli di 410, cutloss jika break di bawah 406. Jika tidak break di bawah 410, potensi naik ke 418-424 short term.
–PANI Spec Buy dengan area beli di 15300, cutloss jika break di bawah 15000. Jika tidak break di bawah 15000, potensi naik ke 15700-15900 short term.
–PTRO Spec Buy dengan area beli di 3450, cutloss jika break di bawah 3400. Jika tidak break di bawah 3450, potensi naik ke 3580-3680 short term.
–BRIS Spec Buy dengan area beli di 2700, cutloss jika break di bawah 2650. Jika tidak break di bawah 2650, potensi naik ke 2760-2810 short term.
–SCMA Spec Buy dengan area beli di 169, cutloss jika break di bawah 167. Jika tidak break di bawah 167, potensi naik ke 173-176 short term.
