Jakarta—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) makin intensif menggalakkan perilaku hemat energi “Potong 10 Persen” kepada seluruh lapisan masyarakat. Targetnya, hemat energi harus menjadi budaya seluruh komponen masyarakat. Selain hemat biaya, hemat energi lebih mudah dilakukan daripada menciptakan energi untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Rida Mulyana, melalui keterangan pers kemarin, menyatakan di Balikpapan bahwa sangat mudah untuk menghemat 1 watt dibandingkan harus membangun 1 watt.
“Untuk menciptakan 1 mw jauh lebih sulit dibandingkan kita harus menghemat 1 mw. Dimulai dari yang langkah sederhana dengan mematikan laptop, televisi, yang tidak digunakan. Bayangkan kalau dilakukan di seluruh Indonesia melakukan ini,” terang Rida.
Selanjutnya, pada hari Minggu (21/5), akan dilaksanakan Kampanye Potong 10 persen secara serentak di tiga kota, yaitu Denpasar (Bali), Balikpapan (Kalimantan Timur), dan Makasar (Sulawesi Selatan), agar gerakan ini semakin masif dan masyarakat semakin peduli dengan pentingnya hemat energi.
Gerakan hemat energi “Potong 10 Persen” merupakan upaya Pemerintah dalam mewujudkan energi berkeadilan serta sejalan dengan paradigma pengelolaan energi global.
Selama 10 tahun terakhir, konsumsi energi naik sebesar 7% per tahun di mana 94% dari kebutuhan energi nasional bergantung pada sumber energi fosil. Maka, penghematan energi adalah langkah tepat dalam memanfaatkan energi yang bertanggung jawab.
Bagian dari program konservasi energi ini ditujukan ke semua pihak mulai dari Rumah Tangga (RT), industri, transportasi, gedung komersial hingga fasilitas umum.
Rida menegaskan, ”Kalau ditanya siapa yg harus berhemat? Semua orang. Kapan harus dilaksanakan? Sekarang juga. Kalau dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai pihak, terus-terusan, mudah-mudahan akan menjadi kebiasaan, dimulai dari diri sendiri,” tegas Rida. (Al)