TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Menteri ESDM Resmikan Proyek Kompresi Sumpal-ConocoPhilips

Achmad Adhito
22 May 2017 | 06:54
rubrik: Capital Market

Jakarta—Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan didampingi Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Presiden Direktur ConocoPhillips (Grissik) Indonesia Ltd., Bijan Agarwal, Minggu (21/5) meresmikan proyek kompresi Lapangan Sumpal (Sumpal Compression Project) di Blok Corridor, Kabupaten Muba, Sumatera Selatan, yang dioperasikan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ConocoPhillips.

Proyek ini mampu selesai tiga bulan lebih cepat dari target. Proyek ini telah beroperasi pada April 2017, dari rencana awal Juli 2017. Menteri Ignasius Jonan mengapresiasi keberhasilan proyek yang selain lebih cepat dari target, juga diselesaikan dalam 3.248.149 jam kerja dengan zero accident.

Menteri Jonan juga mengingatkan bahwa keselamatan adalah nomor satu, tanpa jaminan keselamatan putra-putri terbaik dunia enggan bekerja di lapangan lagi.

Ditegaskan, Generasi sekarang, kalau bekerja di perusahaan yang tidak mengutamakan safety, pasti tidak mau. Berapa pun penghasilannya. Penting sekali industri ini (minyak dan gas) tetap seperti ini, supaya menarik generasi muda, tegasnya, dalam siaran pers.

Menteri Jonan juga mengapresiasi dua hal lain dari Sumpal Compression Project, melibatkan tenaga kerja lokal dan efisiensi biaya produksi. “Produk migas tidak ada yang bisa menentukan harganya. Kalau kita tidak bisa menentukan harga jual, kita harus efisien. Jadi ada empat hal yang saya apresiasi, safety, community development, cost efficiency, dan ketepatan waktu”, tambah Menteri Jonan.

Seperti dikemukakan Bijan Agarwal, proyek dilaksanakan pada area brown field tanpa mengganggu kegiatan rutin operasi produksi, meminimalisir gangguan ke masyarakat sekitar, dan melibatkan tenaga kerja lokal/nasional.

Agarwal menerangkan, Sumpal Compression Project memiliki presentasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 58,96%, ujar Agarwal.

Agarwal juga menegaskan bahwa proyek ini tidak mengganggu kegiatan rutin operasi produksi (no lost production opportunity). Sumpal Compression Project berhasil mengoptimalkan volume produksi dari 265 MMSCFD menjadi 310 MMSCFD . Proyek ini diproyeksikan selesai dengan nilai biaya 25% di bawah nilai Advanced Flow Engineering (AFE) yang disetujui, yaitu sebesar USD 222,9 juta menjadi USD 153,6 juta.

BACA JUGA:   Indeks Komposit Jakarta Melonjak 1 Persen

Proyek yang diresmikan Menteri hari ini meliputi 1 tingkat sistem kompresi (3 unit) Gas Turbine Compressor (GTC) total 24.000 Horse Power, 2 unit Gas Turbine Power Generation masing-masing 1 MW, ruang kendali (Process Control System dan Safety Instrumented System) instrumentasi dan elektrikal, dan perluasan area operasi. (Al)

Previous Post

Kapal Riset Temukan Potensi Gas Biogenik Bali Utara

Next Post

Pan Brother Bakal Produksi 117 Juta Potong Pakaian Jadi Tahun 2018

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR