TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

ExxonMobil Teken MoU Investasi CCS dan Pabrik Petrokimia Senilai US$ 10 Miliar

Albarsyah
23 January 2025 | 13:57
rubrik: BUMN
Exxon Mobil Cepu Limited Berbagi Manfaat Bersama Masyarakat

Jakarta, TopBusiness – ExxonMobil Indonesia resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan pemerintah Indonesia untuk mengembangkan proyek pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) dan pabrik petrokimia. Nilai investasi tahap awal dari proyek ini diperkirakan mencapai US$ 10 miliar, dengan total komitmen jangka panjang mencapai US$ 15 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, proyek CCS ini diharapkan dapat mengurangi emisi karbon hingga 90% dan diharapkan menjadi proyek yang dalam tahapannya bisa menjadi proyek CCS yang akan beroperasi pertama.

“Dan ini tentu mendukung kebijakan hilirisasi dari Bapak Presiden, menciptakan lapangan pekerjaan, dan ini juga merupakan komitmen kepada pembangunan berkelanjutan, di mana pembangunan CCS ini diharapkan bisa mengurangi CO2 emisi sebesar 90%,” kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (22/1).

Airlangga berharap ExxonMobil bisa berhasil dalam proyek CCS dan pabrik petrokimia ini. Pasalnya, ExxonMobil telah bekerja sama dengan ExxonMobil. “Exxon telah berada di sini selama bertahun-tahun. Indonesia memiliki pengalaman di Indonesia. ExoonMobil telah memiliki pengalaman dan mereka telah berhasil dalam bidang minyak dan gas,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian Elen Setiadi mengungkapkan, fasilitas CCS akan dibangun di sekitaran Selat Sunda Asri. CCS ini dirancang untuk menyimpan hingga 3 giga ton karbon per tahun. Adapun untuk pabrik petrokimia, lokasi pastinya masih dalam survei. “Pabrik ini memerlukan lahan sekitar 500 hektare, dengan jarak ideal tidak lebih dari 100 kilometer dari fasilitas CCS,” kata Elen.

Menurut Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, proyek ini tidak hanya membidik pengurangan emisi karbon tetapi juga pengembangan teknologi di sektor petrokimia.

Satgas

Sebagai tindak lanjut MoU, pemerintah akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk CCS pada bulan ini untuk mempercepat realisasi proyek, termasuk penyelesaian perizinan, penetapan lokasi, dan pemberian insentif. Proyek ini diproyeksikan membuka puluhan ribu lapangan kerja selama fase pembangunan dan operasional. Selain itu, CCS menjadi langkah penting Indonesia dalam menarik lebih banyak investasi berbasis keberlanjutan.

BACA JUGA:   Pengeboran Sumur Kedua BUIC EMCL Berproduksi dan Berikan Tambahan Produksi Minyak
Tags: Exxon Mobil Cepu Limited
Previous Post

Terbukti Monopoli, Google Dijatuhi Denda Rp202,5 Miliar

Next Post

Nilai Uang Beredar: Naik 4,4% ke Rp9.000-an Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR