Jakarta, TopBusiness—Sektor media memiliki sejumlah faktor yang dapat menjadi penopang pertumbuhannya di masa depan. Salah satunya adalah pertumbuhan pesat di segmen OTT (over to the top/streaming konten di atas internet via berbagai perangkat), yang mencatat pertumbuhan pendapatan rata-rata 35,2% dalam tiga tahun terakhir. Hal tersebut dipaparkan dalam analisis dari Samuel Sekuritas Indonesia, yang dipublikasikan belum lama ini.
Pertumbuhan ini membantu mengimbangi penurunan pendapatan di segmen FTA (free to air/saluran televisi dan radio secara gratis) yang tengah tertekan Selain itu, tingkat suku bunga yang diperkirakan akan lebih rendah ke depan juga memberikan peluang positif untuk meningkatkan permintaan iklan.
Analisis tersebut pun menjelaskan bahwa ada kelemahan yang perlu diwaspadai, yaitu potensi penurunan pendapatan dari FTA karena pengiklan kini semakin banyak beralih ke platform OTT. Platform ini menawarkan algoritma canggih yang memungkinkan penargetan iklan yang lebih efektif dan efisien, sehingga menjadi pilihan utama bagi banyak pengiklan.
Namun , peluang masih terbuka lebar bagi segmen FTA dengan hadirnya set top box yang kini lebih terjangkau, mulai dari kisaran Rp100.000. Ini jauh lebih murah dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000. “Hal ini dapat meningkatkan performa televisi FTA, terutama di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih rendah, yang berpotensi memerbaiki sentimen positif di sektor ini,” begitulah analisis dari Samuel Sekuritas tersebut.
Meski begitu, ancaman tetap ada, seperti lemahnya daya beli masyarakat dan depresiasi nilai tukar Rupiah, yang dapat menekan pengeluaran konsumen untuk berlangganan layanan media.
Selain itu, pengurangan anggaran iklan dari perusahaan barang konsumsi (FMCG/fast mover consumer goods) juga bisa membatasi pertumbuhan pendapatan sektor media, sehingga prospek ke depan masih cukup berat.
