Jakarta, TopBusiness—Boeing kehilangan hampir jutaan USD tiap bulan pada tahun 2024. Hal itu karena menghadapi krisis keselamatan penerbangan, isu kontrol kualitas, dan isu yang merugikan perusahaan tersebut. Hal tersebut dipaparkan di bbc.com (28/1/2025).
Perusahaan manufaktur pesawat tersebut rugi USD11,8 juta di tahun 2024. Hal itu menjadi yang terburuk sejak tahun 2020 saat industri penerbangan terhenti karena pandemi Covid-19.
Bbc.com pun menulis bahwa dalam tiga bulan terakhir tahun 2024, saat serangan-serangan merugikan tersebut muncul, Boeing rugi USD3,8 juta.
Chief Executive Boeing, Kelly Ortberg, mengatakan bahwa Boeing fokus ke apa yang disebut ‘perubahan mendasar’. Hal itu diperlukan untuk mengembalikan keberuntungan. “Juga, diperlukan untuk memulihkan kepercayaan,” Ortberg menambahkan.
Ia pun berkata, “Kami membuat kemajuan dalam ‘area kunci’ untuk memulihkan operasional perusahaan dalam kuartal ke kuartal. Dan, melanjutkan penguatan aspek penting dalam keselamatan dan kualitas.”
Kata ia pula, “Tim kami berfokus ke perubahan mendasar yang diinginkan untuk pemulihan performa perusahaan. Dan memulihkan kepercayaan dari konsumen, karyawan, pemasok, investor, regulator, dan semua yang berhubungan dengan kami.”