Jakarta- PT Bank Pembangunan Dearah Lampung atau Bank Lampung akan melakukan penawaran umum Obligasi IV Bank Lampung Tahun 2017 dengan nilai sebanyak banyaknya Rp750 miliar pada semester I 2017. Surat utang bertenor lima tahun tersebut di tawarkan dengan kupon sebesar 9,15% hingga 9,85% dan akan dibayar secara triwulanan.
Direktur Utama Purwantari Budiman mengatakan dana hasil penerbitan utang itu akan digunakan untuk ekspansi usaha penyaluran kredit. “Terutama untuk pendukung program kredit ternak sapi yang sedang didorong oleh pemerintah daerah Pemerintah Provinsi Lampung,” kata Purwantari di Jakarta, Rabu(31/5/2017).
Ia menambahkan, dengan progra kredit ternak sapi tersebut akan mendukung target pertumbuhan kredit tahun ini 9%. “Pertumbuhan kredit itu sesuai dengan arahan OJK,” kata dia.
Dalam penerbitan obligasi itu, Bank Lampung menunjuk PT Danareksa Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi obligasi dan PT Bank Mandiri Tbk selaku wali amanat. Sementara rating obligasi idA dengan prospek stabil.
Sedangkan rencana penawaran obligasi; masa pemesanan tanggal 31 Mei- 9 Juni 2017, pernyataan efektif dari OJK tanggal 21 Juni 2017, masa penawaran tanggal 23 Juni 2017 dan 3 Juli 2017, penjatahan tanggal 4 Juli 2017 dan dicatatkan di BEI 7 Juli 2017.
Pada sisi lain, Purwantari menegaskan rencana Bank Lampung untuk naik kelas menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha ( BUKU) II pada 2018. Untuk rencananya itu masih perlu tambahan modal Rp430 miliar sehingga modal inti Bank Lampung akan lebih dari Rp1 triliun.
“Pemerintah daeran provinsi Lampung dan kabupaten/ kota se-provinsi Lampung akan menambah modal setara 60% dari kebutuhan itu pada akhir 2017 dan 40%-nya pada awal tahun 2018,”tutup dia.(az)