Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 1.75%, disertai dengan net sell asing ~440 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBCA, TLKM, BREN dan BBNI.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Fanny Suherman, CFP, Head of Research Retail BNI Sekuritas, IHSG hari ini berpotensi short term teknikal rebound setelah 5 hari berturut-turut koreksi.
“Dengan level Support IHSG diproyeksi berada di rentang 6460-6500 dan untuk level Resist IHSG berada di kisaran 6580-6650,” ujar dia dalam risetnya, Rabu (12/2/2025).
Wall Street Menguat Usai Pernyataan Powell soal Suku Bunga. Indeks-indeks Wall Street mayoritas menguat pada Selasa (11/2).
Di saat investor mencermati pernyataan dari Ketua The Fed Jerome Powell terkait kebijakan suku bunga. Wall Street masih dibayangi kekhawatiran arah ekonomi AS di tengah kebijakan tarif yang dapat memperburuk perang dagang global.
S&P 500 naik 0,03% dan Dow Jones Industrial Average menguat 123,24 poin atau 0,28%. Namun, Nasdaq Composite melemah 0,36%.
Di sisi lain, saham Apple naik 2,2% setelah laporan dari The Information menyebutkan bahwa perusahaan tersebut bekerja sama dengan Alibaba untuk mengembangkan fitur kecerdasan buatan (AI) bagi pengguna iPhone di China.
Berita ini membantu menahan tekanan di Wall Street. Dalam pidatonya dihadapan Komite Perbankan Senat, Powell menyatakan The Fed tidak terburu-buru dalam melonggarkan kebijakan moneternya.
Powell juga menegaskan bahwa ekonomi AS masih ‘kuat secara keseluruhan’ dengan pasar tenaga kerja yang ‘solid’, meskipun inflasi masih berada di atas target 2% The Fed.
Bursa Asia Mayoritas Melemah, Didorong Penguatan Wall Street. Bursa Asia cenderung turun pada perdagangan Selasa (11/2). Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,06%.
Sedangkan, indeks Taiex Taiwan menguat 0,57%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,71%, sementara Kosdaq turun tipis 0,01%. Indeks ASX 200 Australia naik tipis 0,01%. Kemudian, FTSE Straits Times melemah 0,33% dan FTSE Malay turun 0,06%.
Sementara itu, pasar saham Jepang tutup karena hari libur nasional. Pasar Asia-Pasifik menurun, sementara Wall Street mengalami kenaikan yang tampaknya mengabaikan kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.
Pada Senin (10/2), Trump menandatangani perintah yang mengenakan tarif 25% atas impor baja dan aluminium ke AS. Selain itu, ketua The Fed Jerome Powell juga dijadwalkan berpidato di hadapan Kongres pada hari Selasa waktu AS. (Source: Investor Daily, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: BUMI, SCMA, RATU, ISAT, ADRO, dan BBNI
–BUMI Spec Buy dengan area beli di 94, cutloss jika break di bawah 92. Jika tidak break di bawah 94, potensi naik ke 100-104 short term.
–SCMA Spec Buy dengan area beli di 208, cutloss jika break di bawah 202. Jika tidak break di bawah 208, potensi naik ke 214-220 short term.
–RATU Spec Buy dengan area beli di 6525, cutloss jika break di bawah 6500. Jika tidak break di bawah 6500, potensi naik ke 6725-6750 short term.
–ISAT Spec Buy dengan area beli di 1620, cutloss jika break di bawah 1600. Jika tidak break di bawah 1600, potensi naik ke 1700-1720 short term.
–ADRO Spec Buy dengan area beli di 2150, cutloss jika break di bawah 2120. Jika tidak break di bawah 2150, potensi naik ke 2200-2230 short term.
–BBNI Spec Buy dengan area beli di 4070, cutloss jika break di bawah 4000. Jika tidak break di bawah 4000, potensi naik ke 4150-4200 short term.
