Jakarta- Sepanjang tahun 2016, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengalami penurunan pendapatan sebesar 4% menjadi Rp5,4triliu. Hal itu ditenggarai karena adanya penurunan daya beli masyarakat sebagai dampak pelemahan ekonomi. Berkaca dari kondisi tersebut emiten pengembang kota mandiri itu tahun ini memperbanyak produk-produk dengan harga dibawah Rp2 miliar.
Presiden Direktur Summarecon Agung, Adrianto P Adhi mengatakan sebelumnya produk yang ditawarakan lebih banyak dengan harga diatas Rp3 miliar, namun sekarang akan lebih mengedepankan produk dengan harga Rp2 miliar.
“Ini bukan menurunkan harga juah tapi produk yang kami luncurkan saja harganya lebih rendah,” terang Adhi di Jakarta, Kamis(15/6/2017).
Ia menjelaskan, strategi diatas diharapkan akan mampu mendorong penjualan property perseroan sehingga dapat mencapai target pra penjualan tahun 2017 sebesar Rp4,5 triliun. Sementara sampai saat ini pra penjualan baru mencapai angka Rp1,1 triliun.
“Kami tetap optimis mencapai target pra penjualan tahun 2017 dengan berapa strategi,” kata dia.
Ia melanjutkan, perseroan akan terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan produk dengan peluncuran produk sesuai dengan target yang dijanjikan kepada konsumen.
“sampai saat ini belum ada proyek kami yang tertunda,” tandas dia.
Terakhir, perseroan akan memperkuat portofolio bisnis dengan terus mengembangkan bisnis yang memberikan pendapatan berkelanjutan. Dari portofolio bisnis ini, menyumbang 20% dari total pendapatan. Dan untuk lebih meningkatkan porsi pendapatan berulang, perseroan akan mengembangan dua pusat perbelanjaan dan dua hotel. (az).