TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pertamina Lakukan Studi Pemanfaatan Hidrogen Alami

Albarsyah
13 February 2025 | 14:44
rubrik: BUMN
Tetap Bisa Jual LPG 3 Kg, 375.000 Pengecer Terdaftar di Aplikasi

Sumber Foto: Pertamina

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina sedang melakukan studi terkait dengan rencana pengembangan ‘energi paling bersih’ yang ada di wilayah Sulawesi Tengah, yakni hidrogen alami atau hydrogen natural.

Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Muharram Jaya Panguriseng menyatakan, hidrogen alami ini disebut juga dengan geologic hydrogen atau natural hydrogen yang disediakan oleh alam untuk Indonesia. “Saya kira itu energi masa depan yang sangking kita agresifnya (pengembangannya), pemerintah belum menetapkan aturan, kita sudah masuk,” ungkap Muharram dalam Media Gathering Subholding Upstream (PHE), dikutip Kamis (13/2/2025).

Oleh karena itu, saat ini pihaknya sedang melakukan diskusi dengan pemerintah mengenai pengembangan hidrogen alami ini. Dia mengklaim, Kementerian ESDM sangat mensuport dengan studi yang dilakukan oleh PHE. “Ini bukan hal yang baru. Jadi kita lakukan studi dan hasilnya Insya Allah ini akan menjadi energi masa depan,” jelas Muharram.

Muharram menambahkan, biaya untuk melakukan studi hidrogen alami ini mencapai sekitar US$ 220.000.

Dia menjelaskan asal muasal hidrogen alami ini, di mana batuan ultramafik, merupakan sumber daya alam geologi yang sangat kaya akan kandungan besi. Batuan ini bisa menghasilkan gas hidrogen alami setelah adanya reaksi serpentinisasi dengan campuran air ada suhu dan tekanan tertentu.

“Ultramafiknya itu kalau bereaksi dengan air, dia akan membuat reaksi yang namanya serpentinizm, menghasilkan gas H2, H2 itu adalah super energi yang sangat bersih. Sangat bersih,” papar Muharram.

Muharram mengklaim gas hidrogen dari proses serpentinisasi batuan ultramafik dapat menjadi bahan bakar tanpa perlu dinyalakan atau dipicu terlebih dahulu. Dengan suhu atmosfer saja, gas hidrogen alami ini dapat menyala. Bisa dibilang gas ini dapat membuat api abadi.

BACA JUGA:   Hutama Karya Berangkatkan Gratis ke 7 Kota

“Dia itu mampu menyala pada suhu atmosfer, dia langsung nyala saja. Tanpa korek. Begitu dia ketemu oksigen, dia nyala sendiri. Makanya di sini (Sulawesi Tengah), ada namanya Tanjung Api di sini. Api abadi, kenapa apinya abadi? Karena ada terus gas hidrogen keluar dari situ, sehingga begitu ketemu oksigen, dia menyala. Ini harapan kita untuk energi bersih berikutnya,” jelas Muharram.

Berbeda dengan energi hidrogen yang sudah ada seperti hidrogen hijau dan biru yang perlu proses elektrolisis dengan bantuan sumber daya listrik untuk bisa digunakan, hidgrogen dari batuan ultramafik ini bisa jauh lebih mudah dan murah untuk digunakan.

Tags: Pertamina Group
Previous Post

Sukses Hilirisasi Ekspor Nikel, Naik 10 Kali

Next Post

Privy Terapkan TTE pada Ijazah dan Transkrip Nilai

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR