Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia masih berpeluang menebal.
Melalui mncsekuritas.id, riset MNCS Daily Scope Wave 18 Februari 2025 memperlihatkan bahwa IHSG menguat cukup signifikan 2,90% ke 6.830 dan masih disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatan IHSG pun sudah menutup area gap-nya. Pada skenario hitam, posisi IHSG saat ini merupakan bagian awal dari wave B dari wave (Y), sehingga IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji 6.912-7.036 terlebih dahulu. Namun demikian, tetap waspadai skenario merah dimana penguatannya akan relatif terbatas dan rawan terkoreksi kembali.
Support: 6.609, 6.509
Resistance: 6.843, 6.933
AKRA – Buy on Weakness
AKRA menguat 0.45% ke Rp1.115 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Selama AKRA masih mampu berada di atas Rp1.075 sebagai stoplossnya, maka posisi AKRA saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (b) dari wave [b].
Buy on Weakness: Rp1.095-1.105
Target Price: Rp1.150, Rp1.195
Stoploss: below Rp1.075
BBTN – Buy on Weakness
BBTN menguat 1,54% ke Rp990 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Kami memperkirakan, posisi BBTN sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [v], sehingga BBTN masih berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: Rp945-970
Target Price: Rp1.020, Rp1.045
Stoploss: below Rp940
BRPT – Buy on Weakness
BRPT menguat 7,41% ke Rp870 disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Kami perkirakan, posisi BRPT saat ini sedang berada di awal wave C dari wave (A), sehingga BRPT masih berpeluang melanjutkan penguatannya sekaligus menutup area gap-nya.
Buy on Weakness: Rp825-855
Target Price: Rp910, Rp950
Stoploss: below 800
ISAT – Buy on Weakness
ISAT menguat 2,05% ke Rp1.740 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama masih mampu berada di atas 1,580 sebagai stoplossnya, maka posisi ISAT saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave A.
Buy on Weakness: Rp1.650-1.720
Target Price: Rp1,845, Rp1.925
Stoploss: below Rp1.580 per unit saham.
