Jakarta, TopBusiness – PT BPRS Mustaqim Aceh (Perseroda) menciptakan inovasi di bidang pemasaran. Dengan begitu, kebutuhan pembiayaan masyarakat dapat terpenuhi, sekaligus mendorong perluasan pangsa pasar, yang pada gilirannya mewujudkan kinerja keuangan yang optimal.
Ketika pemaparan materi presentasi berjudul ‘Tata Kelola dan Digitalisasi dalam Membangun Kinerja Bisnis dan Layanan PT BPR Syariah Mustaqim Aceh, Direktur Utama Raisul Mukhlis mengatakan soal inovasi di bidang pemasaran. “Pada kesempatan ini, yang pertama adalah SOP (Standard Operating Procedure) yang kredibel, ya terkait menciptakan standar yang terjangkau,” kata Raisul kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2025 secara online, di Jakarta, Jumat (28/02/2025).
Menurut Raisul, pihaknya ingin memastikan bahwa standar operasional perusahaan yang dilakukan fleksibel, sehingga sangat membantu masyarakat mikro. Karena, lanjutnya, sebagaimana diketahui ketika lembaga keuangan memberikan SOP yang agak sedikit ribet. Ini bagi teman-teman UMKM agak sedikit kewalahan. “Sehingga, kami berinovasi untuk memberikan SOP yang fleksibel, namun tetap sesuai dengan prudential banking,” ujar dia.
Kemudian kedua, dikatakan Raisul, pihaknya terus melakukan ekspansi pasar dalam rangka meningkatkan penyaluran pembiayaan. “Karena kami sudah melakukan inovasi di per kecamatan. Kita menempatkan tim marketing untuk memastikan setiap kecamatan yang ada di Aceh, khususnya. Itu bisa mendapatkan fasilitas di BPRS Mustaqim Aceh,” katanya.
Selanjutnya, perseroda juga melakukan kerja sama dengan hampir 300 UMKM yang tersebar di seluruh Aceh. Ini juga membuktikan bahwasanya BPRS Mustaqim Aceh memang sangat fokus terhadap usaha UMKM dan real sector.
Keempat, perseroda berinovasi untuk menyediakan program-program produk pembiayaan murah, yang dinamakan super mikro. “Super mikro, untuk diketahui bahwasanya ini adalah pembiayaan yang marjinnya, itu di bawah KUR, yaitu equivalent rate di angka 5 persen. Namun demikian, ini sudah kita jalankan lebih kurang hampir 3 tahun terakhir dengan prosentase NPF 0 persen. Alhamdulillah ini merupakan salah satu produk unggulan kami juga,” ungkap Raisul.
Inovasi kelima dari BPRS Mustaqim Aceh adalah penyaluran untuk pembiayaan pertanian. Dijelaskan Raisul, penyaluran pembiayaan pertanian ini memang menjadi fokus BPRS. Karena diminta oleh Gubernur Aceh untuk fokus terhadap pertanian. Hampir di semua lembaga keuangan tidak berani masuk ke sektor pertanian ini. “Kami memiliki program sistem tanggung renteng dan grace period,” ujarnya.
Selanjutnya inovasi keenam terkait service excellence. “Kami meminta seluruh tim marketing untuk melakukan jemput bola,” ucap dia.
Kemudian inovasi ketujuh terkait literasi dan inklusi keuangan. Menurut Raisul, BPRS Mustaqim Aceh turut mendukung program budaya menabung sejak dini. Sampai hari ini, hampir 500-1.000 sekolah yang ada di seluruh Aceh masuk dalam program literasi BPRS. “Kita melakukan sinergisitas untuk memastikan literasi dan inklusi kepada teman-teman, adik-adik pelajar, itu sudah sangat memahami dengan namanya lembaga keuangan,” unkapnya.
Terakhir, BPRS Mustaqim Aceh juga telah menyediakan produk pembiayaan modal kerja. Bank Perekonomian Rakyat Syariah Mustaqim Aceh memiliki peran penting dalam pengembangan usaha nasabah, dan pendapatan usaha pun semakin meningkat. “Ini terbukti di 2024 kemarin, kita menyebarkan kepada 100 responden di seluruh Aceh terkait benefit apa saja yang sudah diterima dari BPRS Mustaqim. Dan kita melihat. Kita membaca Alhamdulillah yang tadinya penjual ini tidak mampu menyewa lapak jualannya, tidak mampu menyewa kios untuk berjualan. Hari ini dengan bantuan pembiayaan dari BPRS Mustaqim Aceh sudah mampu menyewa lapak untuk berjualan. Yang tadinya tidak mampu menyekolahkan anaknya, Alhamdulillah sudah mampu menyekolahkan anaknya. Ini yang memang harus sangat kita syukuri,” beber dia.
