TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Masih Berpotensi Memerah, Saham-saham Ini Layak Koleksi

Busthomi
11 March 2025 | 08:52
rubrik: Capital Market
IHSG Berseberangan dengan Dow Jones

Ilustrasi rekomendasi saham hari ini. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP mengatakan, laju IHSG kemarin ditutup turun 0.57%, dan disertai dengan net sell asing ~923 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, ANTM, ADRO, MDKA dan BBNI.

“Untuk IHSG hari ini masih berpotensi lanjut terkoreksi. Dengan level Support IHSG berada di rentang 6520-6550 dan Resist IHSG diperkirakan di kisaran 6650-6700,” ujar dia, dalam riset Selasa (11/3/2025).

Global Overnight Review

Wall Street Turun Tajam, Dibayangi Kekhawatiran Resesi. Indeks utama Wall Streeet ditutup melemah pada perdagangan Senin (10/3), karena perang tarif yang belum berhenti.

Meningkatnya kecemasan dari kemungkinan penutupan pemerintah federal juga menimbulkan kekhawatiran bahwa ekonomi AS bisa melemah ke resesi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 2,08%, S&P 500 turun 2,70% dan Nasdaq Composite turun 4,00%.

Sementara itu, saham pertumbuhan turun 3,8%. Saham Tesla anjlok 15,4%, karena cemerlangya produsen mobil listrik itu meredup setelah pemecatan CEO miliarder Elon Musk dari Departemen Efisiensi Pemerintah dan protes yang akibat dari dukungannya terhadap partai politik sayap kanan di Eropa.

Pada hari Minggu, Trump menolak mengomentari reaksi pasar yang negatif terhadap tindakan tarifnya yang kadang-kadang tidak berlaku terhadap mitra dagang terbesar AS, dan apakah kecemasan yang terkait dengan perubahan kebijakannya yang tidak menentu dapat mendorong ekonomi yang melemah ke dalam resesi.

HSBC menurunkan peringkat saham AS, dengan alasan ketidakpastian seputar tarif.

Bursa Asia Bervariasi, Pasar Menanti Data China. Bursa Asia cenderung bervariasi pada perdagangan Senin (10/3).

Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,38%, sedangkan Hang Seng Hong Kong melemah 1,85% dan Taiex Taiwan turun 0,52%.

BACA JUGA:   Kembali ke Tren Positif, Saham Ini Jadi Pilihan Trading: EMTK, EMAS, ESSA, MBMA, ADMR, dan WIFI

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,27% dan ASX 200 Australia naik 0,18. Indeks Shanghai Composite turun 0,19% dan CSI 300 melemah 0,39%.

Selama akhir pekan, inflasi konsumen China turun di bawah nol untuk pertama kalinya dalam 13 bulan karena distorsi musiman dan tekanan deflasi. IHK China pada bulan Februari sebesar 0,7%, naik sebesar 0,5% dibandingkan bulan lalu.

Di sisi lain, China pada Sabtu (8/3) juga mengumumkan tarif pembalasan atas beberapa barang pertanian Kanada setelah Ottawa mengenakan bea masuk pada kendaraan listrik buatan China dan produk baja dan aluminium.

Beijing mengatakan tarif 100% akan dikenakan pada minyak lobak, minyak bungkil, dan kacang polong Kanada, sementara pungutan 25% akan dikenakan pada produk perairan dan daging babi yang berasal dari Kanada. (Source: Investor Daily, Bloomberg)

Trading Idea hari ini: BRMS, PTRO, PSAB, AADI, RATU, dan BRIS

–BRMS Spec Buy dengan area beli di 390, cutloss jika break di bawah 380. Jika tidak break di bawah 380, potensi naik ke 396-400 short term.

–PTRO Buy on Weakness dengan area beli di 3050-3150, cutloss jika break di bawah 3000. Jika tidak break di bawah 3000, potensi naik ke 3220-3260 short term.

–PSAB Buy on Weakness dengan area beli di 254-258, cutloss jika break di bawah 248. Jika tidak break di bawah 248, potensi naik ke 260-264 short term.

–AADI Spec Buy dengan area beli di 6550-6675, cutloss jika break di bawah 6550. Jika tidak break di bawah 6550, potensi naik ke 6725-6850 short term.

–RATU Spec Buy dengan area beli di 5825, cutloss jika break di bawah 5750. Jika tidak break di bawah 5750, potensi naik ke 5950-6000 short term.

BACA JUGA:   Pengembang Mewah AS Incar Pasar Indonesia di Tengah Dollar Meroket

–BRIS Buy on Weakness dengan area beli di 2530-2550, cutloss jika break di bawah 2500. Jika tidak break di bawah 2500, potensi naik ke 2600-2640 short term.

Tags: proyeksi sahamsaham hari inisaham ihsg
Previous Post

Dijagokan Hari Ini: Saham GOTO, BUMI, dan Lainnya

Next Post

Indeks pada Pembukaan Perdagangan Menebal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR