TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Mencoba Rebound di Tengah Tren Pelemahan, Saham Ini Jadi Pilihan

Busthomi
18 March 2025 | 08:32
rubrik: Capital Market
IHSG Berseberangan dengan Dow Jones

Ilustrasi rekomendasi saham hari ini. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 0.67%, disertai dengan net sell asing Rp849 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, BBNI, TLKM, dan INCO.

Menurut Fanny Suherman, CFP, Head of Retail Research BNI Sekuritas, IHSG hari ini berpotensi rebound. “Dengan level support IHSG berada di kisaran 6380-6450 dan level Resist IHSG berada di rentang 6500-6600,” ujar Fanny dalam risetnya, Selasa (18/3/2025).

Wall Street Kompak Kembali Menguat, Dow Jones Memimpin. Indeks-indeks Wall Street kompak Kembali naik pada Senin (17/3), melanjutkan pemulihan setelah tekanan selama empat pekan berturut-turut.

Indeks S&P 500 naik 0,64%, Nasdaq Composite bertambah 0,31%, dan Dow Jones Industrial Average melonjak 0,85% yang didorong oleh kenaikan saham Walmart dan International Business Machines (IBM).

Di sisi lain, laporan penjualan ritel AS Februari turut mendukung sentimen pasar. Data menunjukkan penjualan ritel meningkat 0,2% MoM, lebih rendah dari perkiraan sebesar 0,6%.

Sedangkan, jika tidak memperhitungkan sektor otomotif, kenaikan mencapai 0,3%. Investor mencermati dengan kebijakan tarif yang berubah-ubah dari Presiden AS Donald Trump, serta langkah efisiensi besar-besaran oleh Elon Musk melalui divisi DOGE.

Kebijakan pemerintah AS yang siap menanggung dampak ekonomi demi merombak regulasi dan kebijakan perdagangan global juga turut membebani pasar.

Bursa Asia Naik, Setelah China Umumkan Rencana Mendorong Konsumsi. Pasar Asia-Pasifik mengalami kenaikan pada Senin (17/3).

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,93%, dan indeks Topix meningkat 1,19%. Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 1,61%, dan indeks Kosdaq bertambah 1,73%. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,83%.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,68%. Sebelumnya, pemerintah China pada Minggu (16/3) mengumumkan langkah-langkah untuk menghidupkan kembali konsumsi dengan meningkatkan pendapatan masyarakat.

BACA JUGA:   Tekanan Global Masih Pengaruhi Laju IHSG Pagi Ini

Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari pernyataan Dewan Negara.

Langkah lainnya mencakup rencana untuk menstabilkan pasar saham dan real estate, serta meningkatkan angka kelahiran di negara tersebut.

Investor juga menantikan serangkaian data ekonomi dari China yang dirilis pada Senin, termasuk produksi industri, investasi perkotaan, penjualan ritel, dan tingkat pengangguran di wilayah perkotaan.

Memperkirakan tingkat pertumbuhan investasi perkotaan di China pada Februari mencapai 3,6% YoY, naik dari 3,2% pada bulan sebelumnya. (Source: Investor Daily, Bloomberg)

Trading Idea hari ini: BBCA, MDKA, BRMS, BRIS, JPFA, dan RAJA

–BBCA Spec Buy dengan area beli di 8600, cutloss jika break di bawah 8525. Jika tidak break di bawah 8600, potensi naik ke 8700-8900 short term.

–MDKA Spec Buy dengan area beli di 1430, cutloss jika break di bawah 1410. Jika tidak break di bawah 1410, potensi naik ke 1460-1500 short term.

–BRMS Spec Buy dengan area beli di 382-386, cutloss jika break di bawah 380. Jika tidak break di bawah 382, potensi naik ke 390-396 short term.

–BRIS Spec Buy dengan area beli di 2500, cutloss jika break di bawah 2480. Jika tidak break di bawah 2500, potensi naik ke 2550-2580 short term.

–JPFA Buy on Weakness dengan area beli di 2000-2050, cutloss jika break di bawah 2000. Jika tidak break di bawah 2000, potensi naik ke 2080-2130 short term.

–RAJA Spec Buy dengan area beli di 2100-2180, cutloss jika break di bawah 2090. Jika tidak break di bawah 2100, potensi naik ke 2200-2270 short term.

Tags: ihsgproyeksi sahamsahamsaham hari ini
Previous Post

Surplus Neraca Perdagangan Masih Terjadi

Next Post

IHSG di Pembukaan Perdagangan Menipis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR