Jakarta, TopBusiness – PT Cisadane Sawit Raya Tbk (IDX: CSRA) mengumumkan pencapaian kinerja tahunan yang luar biasa dengan mencatatkan penjualan tertinggi sepanjang sejarahnya pada tahun 2024.
Pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus tumbuh dan berinovasi dalam industri kelapa sawit yang semakin dinamis, sambil menjaga tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
CSRA terus meningkatkan kehadirannya secara nasional dengan memfokuskan pada produksi dan pengembangan fasilitas pabrik kelapa sawit baru, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi produk yang bernilai tambah. Tahun 2024 merupakan tahun penting untuk pelaksanaan tujuan strategis dan percepatan kemajuan di seluruh lini perusahaan.
Direktur Keuangan & Pengembangan Strategis CSRA, Seman Sendjaja mengatakan, CSRA secara konsisten mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek operasionalnya. Mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga peningkatan kesejahteraan sosial dan lingkungan, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan serta memperkuat posisi perusahaan.
Pada tahun 2024, secara total luas lahan tertanam inti Perseroan mencapai 20.067,6 ha, yang mencerminkan adanya perluasan area lahan perkebunan yang ditanami dibandingkan tahun 2023 di mana area perkebunan ini yang ditanami mencapai 19.552,0 ha.
Dengan kondisi itu, pendapatan CSRA sebesar Rp1,07 triliun, meningkat 21,8% dibandingkan dengan full year 2023 sebesar Rp875,51 miliar terutama disebabkan karena meningkatnya kwantitas penjualan CPO yang memiliki nilai tambah serta naiknya harga jual rata-rata yang diterima perusahaan.
Dengan laba kotor mencapai Rp483,86 miliar, naik 21,1% dibandingkan Rp399,58 miliar pada tahun lalu. Ini akibat dari kemampuan manajemen menjaga beban pokok pendapatan.
“Dengan laba bersih diperoleh sebesar Rp213,36 miliar atau meroket 46,0% dibandingkan tahun lalu yaitu sebesar Rp152,06 miliar mengakibatkan peningkatan marjin bersih menjadi 20,1% dibandingkan 16,7% pada tahun lalu. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kontrol biaya yang ketat,” ujar Seman dalam keterangannya, Senin (24/3/2025).
Dengan posisi aset CSRA berada di Rp2,25 triliun, 22,2% lebih tinggi dari posisi 31 Desember 2023 di Rp1,84 triliun. Sementara itu, total liabilitas perusahaan selama tahun penuh 2024 sebesar Rp952,72 miliar, naik dibandingkan akhir tahun 2023 sebesar Rp727,69 miliar dan ekuitas sebesar Rp1,29 triliun dibandingkan Rp1,12 triliun pada akhir tahun 2023.
Sementara untuk rasio utang bersih terhadap ekuitas per akhir Desember 2024 berada pada level 0,73x, sedikit lebih tinggi dibandingkan level tahun 2023 sebesar 0,65x. Hal ini terjadi karena strategi alokasi modal yang baik dengan neraca yang sehat dalam berbagai investasi sarana dan prasarana produksi.
Sementara untuk pabrik Kelapa Sawit (PMKS) ke 3 milik Perseroan di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan direncanakan mulai beroperasi pada awal semester II tahun 2025. Beroperasinya PMKS ini akan memberikan kontribusi pada nilai tambah penjualan CSRA.
