Jakarta, BusinessNews Indonesia—Head of Research JLL Indonesia, James Taylor, mengatakan di Jakarta hari ini (19/7/2017) bahwa di kuartal kedua tahun 2017, pasar hunian vertikal di Jakarta masih melambat. Itu khususnya untuk yang kelas mewah dan menengah ke atas.
“Sementara, penjualan di hunian vertikal kelas menengah dan menengah-bawah, masih terbilang stabil,” kata Taylor.
Adapun Head of Residential JLL Indonesia, Luke Rowe, mengatakan bahwa tingkat serapan kondominium di Jakarta menurun 2% dibandingkan triwulan pertama, menjadi 64%.
“Permintaan kondominium terbesar di triwulan kedua datang dari pasar kondominium menengah dan menengah-bawah,” kata Roke.
Royke menjelaskan bahwa kondominium kelas menengah dan menengah-bawah yang baru diluncurkan, berlokasi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Pasokan kondominium baru hingga empat tahun ke depan mencapai 59.000 unit.
Kata Royke, “Pergerakan harga kondominium pada triwulan kedua 2017 sedikit naik di kelas menengah dan menengah-bawah. Sebabnya, masih cukup aktifnya permintaan di kelas tersebut.” (Dhi)
Sumber Ilustrasi Apartemen: Istimewa
