Jakarta, TopBusiness – Selasa (8/04/2025) ini, indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan terjun bebas, akibat kondisi global.
Indeks komposit Jakarta ini terjun bebas 596,33 poin atau setara dengan 9,16 persen ke level 5.914,28. Indeks LQ-45 minus 92,61 poin (11,25 persen) ke posisi 651,90.
Pelaku pasar modal mencermati fluktuasi kurs rupiah yang mendekati level Rp 17.000 per dolar AS, tepatnya turun 24 poin (0,14 persen) ke posisi Rp16.846.
Selain, mengamati isu kenaikan tarif sedikitnya 10 persen ke mayoritas negara, tak terkecuali Indonesia, atas barang-barang yang masuk ke negara Paman Sam.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Amerika menerapkan tarif impor baru yang terdiri dari tarif timbal balik yang berlaku 5 April dan tarif universal untuk barang masuk pada 9 April 2025.
Indonesia sendiri berada di urutan ke delapan di daftar negara-negara yang terkena kenaikan tarif AS, dengan besaran 32 persen. Sekitar 60 negara bakal dikenai tarif timbal balik separuh dari tarif yang mereka berlakukan terhadap AS.
Sementara itu, indeks dow jones industrial average di bursa saham Wall Street hingga sesi penutupan waktu perdagangan setempat, negatif 349,26 poin (0,91 persen) ke posisi 37.965,60. Dan, Nasdaq Composite terangkat 15,48 poin (0,10 persen) ke level 15.603,26.
Atas kondisi tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan pasar saham dan batas Auto Rejection Bawah (ARB) dalam kondisi darurat. Aturan ini berlaku jika IHSG mengalami penurunan ekstrem.
