TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Rekomendasi Mingguan untuk Saham

Achmad Adhito
14 April 2025 | 09:52
rubrik: Capital Market
Saham-Waran Ini Distop untuk Cooling Down

Ilustrasi Bursa Saham/Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Untuk perdagangan saham pekan ini yang hanya empat hari perdagangan (14-17 April 2025) karena ada libur Wafat Yesus Kristus (18 April 2025), analis saham David Kurniawan, mengimbau trader mencermati sentimen neraca perdagangan Indonesia. Juga sentimen dividen yield.

Terkait sentimen neraca perdagangan Indonesia, jelas David, Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data neraca perdagangan Indonesia untuk Maret 2025. Data ini mencerminkan selisih antara ekspor dan impor sehingga sering dijadikan indikator awal kondisi ekonomi dan kinerja sektor riil.

“Surplus neraca perdagangan yang lebih besar dari ekspektasi bisa jadi sentimen positif untuk pasar saham, terutama sektor komoditas, seperti CPO, batu bara, dan logam,” kata dia dalam riset terbaru, hari ini.

Sementara itu, defisit atau surplus yang lebih kecil bisa menekan nilai tukar Rupiah dan memicu kekhawatiran investor yang berpotensi menimbulkan aksi jual terutama dari investor asing.

Terkait dividend yield yang tinggi dari sektor perbankan memberikan daya tarik tersendiri di tengah pasar yang fluktuatif. Namun, potensi aksi jual setelah cum date serta tekanan global bisa memicu pergerakan harga. Strategi jangka menengah dan analisis fundamental tetap krusial. Contoh seperti BBNI akan cum date 14 April dan ex date 15 April dengan estimasi dividend yield 8-9%.

Berkaca pada sentimen di atas, David merekomendasikan:

  1. Buy BBNI (Current Price: 4.390, Entry: 4.390, Target Price: 4.780 (8,88%), Stop Loss: 4.200 (-4,33%), Risk to Reward Ratio (1:2,1). Dalam pekan ini BBNI akan mendekati tanggal cum date & ex date. Potensi keuntungan dividen yang didapatkan setara dengan yield 8-9%. Tentu saja yield ini lebih tinggi dari bunga deposito ataupun rata-rata SBN.
  2. Buy on Breakout HRTA (Current Price: 565, Entry: 580, Target Price: 630 (8,62%), Stop Loss: 560 (-3,45%), Risk to Reward Ratio (1:2,5). Saat ini harga acuan HRTA sudah menyentuh area all time. Emiten-emiten seperti HRTA yang bergerak di bidang emas, lebih tepatnya perhiasan, tentunya akan diuntungkan dengan kondisi saat ini. Jika harga acuan emas bertahan lama, ada potensi pendapatan HRTA di tahun 2025 ini akan naik cukup signifikan.
  3. Buy INKP (Current Price: 5.000, Entry: 5.000, Target Price: 5.525 (10,50%), Stop Loss: 4.670 (-6,60%) dan Risk to Reward Ratio 1:1,6). Terkerek labar bersih, emiten ini layak buy, dimana laba bersih PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) mencapai USD424,3 juta atau surplus 3,12 persen dari episode sama tahun sebelumnya USD411,46 juta. Secara teknikal, saat ini INKP membentuk pattern intensity di area support dan jika berhasil breakout cukup menarik untuk jangka pendek.
  4. Buy Reksa Dana Premier ETF Indonesia Financial (XIIF). Dengan potensi dividend yield yang menarik dan laporan keuangan yang tetap solid di sektor perbankan, IPOT merekomendasikan buy Power Fund Series (PFS) XIIF yang komposisi portofolionya berisikan saham big banks.
BACA JUGA:   Roadmap ESG ADHI Karya, Komitmen untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Tags: Indo premier sekuritasrekomendasi saham mingguan
Previous Post

QMB New Energy Materials Finalis TOP CSR Awards 2025 Bawakan Program Green Road Bahodopi

Next Post

InJourney Tutup Posko Lebaran, Penumpang Pesawat Naik 2 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR