Jakarta, TopBusiness – PT Vale Indonesia IGP Morowali mempunyai harapan meraih Proper Emas di tahun 2030. Karenanya, perusahaan berupaya untuk menerapkan good mining practice, salah satunya dalam wujud inisiatif-inisiatif strategi tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) yang tepat sasaran dan sesuai dengan standar yang berlaku.
Sebagaimana diketahui, Proper Emas adalah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada perusahaan yang secara konsisten menunjukkan kinerja luar biasa dalam pengelolaan lingkungan, berinovasi dalam teknologi ramah lingkungan, dan berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat sekitar.
Asriani Amiruddin sebagai Senior Manager External Relations IGP Morowali menyebutkan level bintang TOP CSR Awards sebelumnya untuk PT Vale Indonesia Blok Sorowako mungkin Bintang 4. “Kalau untuk PT Vale Indonesia IGP Morowali, tahun ini baru kami memulai untuk mengikuti penjurian TOP CSR Awards 2025,” kata Ani, panggilan akrabnya saat pemaparan materi presentasi kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2025, secara daring melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, hari ini.
Kemudian untuk Penghargaan Proper dari KLHK terkhusus untuk PT Vale Indonesia IGP Morowali, perusahaan belum memperoleh penghargaan Proper dikarenakan proyek IGP Morowali saat ini berada pada fase konstruksi. “Tetapi, untuk Proper di Blok Sorowako Alhamdulillah di tahun 2024, kami mendapat Proper Gold. Harapannya, kami bisa lebih dini mengikuti good mining practice sehingga bisa mendapat Proper Emas. Bisa mengikuti Blok Sorowako dan mendapat Proper Emas yang lebih cepat dan tinggi. Besar harapan kami bisa mendapat Proper Gold itu di tahun 2030. Itu rencana kami,” harap Ani.
Ani juga menjelaskan soal pandangan manajemen dan strategi dalam membangun pertumbuhan bisnis perusahaan yang berkelanjutan, terkhusus PT Vale IGP Morowali. Dikatakan, manajemen PT Vale Indonesia IGP Morowali memandang keberlanjutan sebagai inti dari strategi pertumbuhan bisnis.
“Sebagai proyek pengembangan kawasan industri nikel terintegrasi, keberlanjutan diwujudkan dengan menyeimbangkan antara kinerja ekonomi, tanggung jawab sosial, dan perlindungan lingkungan. Pendekatan ini ditanamkan sejak tahap awal (pra-konstruksi dan konstruksi), dengan memastikan bahwa pengelolaan dampak sosial-lingkungan menjadi bagian dari perencanaan bisnis jangka panjang. Komitmen manajemen terhadap prinsip ESG menjadi fondasi dalam meraih izin sosial (social license to operate) dan membangun hubungan konstruktif dan transparan dengan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Ani.
Ani menjelaskan terkait dengan rumusan tujuan pengelolaan tanggung jawab sosial dalam mendukung strategi bisnis berkelanjutan. “Tujuan utama pengelolaan tanggung jawab sosial PT Vale Indonesia IGP Morowali, khususnya adalah membangun kemitraan dengan masyarakat dan pemerintah lokal dalam menciptakan nilai bersama (shared value). Kemudian, mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program pengembangan ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan,” ujarnya.
“Mengurangi potensi konflik sosial melalui pendekatan dialog partisipatif, mekanisme penanganan keluhan, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat. Kemudian, memastikan keberterimaan proyek dan menjaga reputasi perusahaan di tingkat lokal, nasional dan internasional,” kata Ani.
