TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Infrastruktur Digital Terbukti Topang Kinerja, Bank Jambi Incar Dana Murah ke Depannya

Busthomi
15 April 2025 | 16:40
rubrik: BUMD, Event
Infrastruktur Digital Terbukti Topang Kinerja, Bank Jambi Incar Dana Murah ke Depannya

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Pembangunan Daerah Jambi atau Bank Jambi masih menorehkan kinerja positif dengan membukukan laba bersih sebesar Rp345,79 miliar (unaudited). Performa apik ini bisa tercapai di tengah bisnis perbankan yang masih ketat dan dibarengi produk-produk berbiaya tinggi.

Untuk itu ke depan, Bank Jambi siap mendorong produk-produk berbiaya murah atau CASA dengan mengandalkan digitalisasi yang selama ini sudah berjalan optimal. Hal ini terungkap dalam proses penjurian TOP BUMD Awards 2025 yang digelar Majalah TopBusiness secara online, Kamis (10/4/2025).

Bank Jambi sendiri Kembali terpilih menjadi nominator pemenang penghargaan TOP BUMD tahun 2025 ini. Hadir dalam proses penjurian ini adalah Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, yang didampingi Zulfikar, selaku Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan; H.Nurhadi selaku Pemimpin Divisi Teknologi Informasi; M. Ridho selaku Pemimpin Divisi Elektronik Banking; dan M. Alawi sebagai Pemimpin Divisi Perencanaan dan Stratejik.

“Mengacu pada kinerja keuangan Bank Jambi sepanjang 2024 lalu, terdapat peningkatan beban dana yang besar dikarenakan likuiditas yang ditopang oleh deposito korporasi berbiaya mahal. Untuk itu, berdasarkan hal tersebut, pada 2025 ini Bank Jambi akan fokus pada penghimpunan dana murah hingga 60% dari total DPK (Dana Pihak Ketiga) Bank Jambi,” ungkap Suhairi.

Di samping itu, lanjut dia, Bank Jambi juga akan fokus dalam penghimpunan dana murah melalui pengelolaan dana yang baik dan penyesuaian struktur organisasi dengan menempatkan officer funding dan layanan digital pada seluruh Kantor cabang.

Selanjutnya, dari sisi penyaluran dana, Bank Jambi juga berkomitmen untuk terus meningkatkan portofolio Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Produktif dengan tetap memperhatikan kualitas penyaluran kredit.

BACA JUGA:   Bank Kalbar dan MSI Institute Gelar In House Training Leadership untuk Pegawai Bank Kalbar

Selain itu, dengan adanya sinergitas perbankan dengan PT Bank BJB Tbk, Bank Jambi berharap mampu tumbuh dan berkembang pada sektor-sektor dan lini bisnis bank yang selama ini belum dapat dimasuki Bank Jambi. Untuk itu, peran digitalisasi menjadi penting.

“Melalui infrastruktur digital yang telah dimiliki serta Enterprise Architecture Bank yang tertuang dalam IT Stratejic Plan, Bank Jambi juga akan kembali fokus membentuk ‘ekosistem baru’ yang baik melalui jaringan kantor, kelembagaan, maupun agen laku pandai/agen 9. Dengan adanya ekosistem yang terbentuk, diharapkan  segala aktivitas keuangan dilakukan melalui Bank Jambi, dari hulu ke hilir baik funding maupun lending,” ujar dia.

Secara kinerja, Bank Jambi ini masih membukan kinerja positif, kendati mengalami penurunan sedikit. Untuk aset 2023 sebesar Rp13,73 triliun dan hingga akhir 2024 menjadi Rp13,95 triliun (unaudited) berarti masih bertumbuh 1,58% secara year on year (yoy).

Kemudian untuk laju kredit dan pembiayaan per ujung 2023 sebesar Rp9,30 triliun, dan di akhir 2024 bisa dikucurkan sebanyak Rp9,85 triliun (unaudited). “Alhamdulillah masih bertumbuh 4,76%,” tandas dia.

Dengan raihan DPK di tahun 2023 se besar Rp9,85 triliun dan di 2024 menurun 2,44% menjadi Rp9,61 triliun. Sehingga laba bersihnya tercapai sebesar Rp345,79 miliar atau menurun 4,28% dari tahun 2023 sebesar Rp361,26 miliar.

“Penurunan laba pada 2024 itu disebabkan oleh peningkatan beban bunga DPK sebesar Rp60 miliar yoy sebagai akibat dari pemberlakuan Treasury Deposit Fasility, sehingga dana-dana pemerintah daerah tidak seluruhnya masuk ke Bank Pembangunan Daerah. Untuk menjaga likuiditas, Bank Jambi harus menghimpun dana korporasi dengan rate di atas 7%,” tandasnya.

Digitalisasi

Lebih lanjut ditegaskannya, sebagai BPD, tentu saja digitalisasi menjadi hal yang massif. Hal ini digenjot Bank Jambi, lantaran digitalisasi ini bisa menopang kinerja Bank. Beberapa aplikasi yang sudah dikembangkan seperti Aplikasi BOST Consumer/Productive yang diimplementasikan tahun 2016.

BACA JUGA:   PERURI Hijau, Strategi BUMN Ini untuk Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Juga ada aplikasi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) Bank Jambi yang diimplementasi tahun 2018. Aplikasi ini sangat membanggakan karena Bank Jambi tahun 2024 lalu berhasil meraih Peringkat 3 Penyaluran KPR FLPP tahun 2024 dari seluruh Bank Pembangunan Daerah.

Juga ada aplikasi Cash Management System (CMS), yang diimplementasikan tahun 2019 lalu. “Ini adalah aplikasi yang dibangun oleh Bank untuk membantu nasabah (pemda/perusahaan/instansi) dalam pengelolaan keuangan secara transparan, efektif dan efisien,” katanya.

Dengan mengandalkan digitalisasi ini, lanjut Suhairi, Bank Jambi sudah memiliki produk yang terkait hal itu. Seperti Instant Loan. Ini merupakan pinjaman konsumtif yang dapat diakses secara online melalui Mobile Banking Bank Jambi, memberikan kemudahan, kecepatan, dan fleksibilitas bagi nasabah dalam memenuhi kebutuhan finansial mereka.

“Nasabah dapat mengajukan pinjaman kapan saja dan di mana saja tanpa harus mengunjungi kantor Bank Jambi secara fisik,” katanya.

Juga ada layanan Open API Banking. Ini berupa layanan yang memungkinkan akses ke berbagai data nasabah dari perbankan, memberikan peluang untuk membangun layanan keuangan alternatif yang lebih inovatif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

“Open API memungkinkan pengembang dan perusahaan fintech untuk mengakses data nasabah secara aman, yang dapat digunakan untuk menciptakan layanan yang lebih relevan dan personal untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih dinamis dan inovatif,” tegas Suhairi.

Ada juga Virtual Account. Ini adalah sistem yang memfasilitasi proses pembayaran dengan cara yang lebih efisien dan terorganisir, memberikan kemudahan bagi pengguna dalam melakukan transaksi, serta meningkatkan akurasi dan keamanan dalam pengelolaan keuangan. Virtual Account memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran dengan cara yang lebih mudah dan cepat, tanpa perlu mengisi banyak informasi atau melakukan konfirmasi manual.

BACA JUGA:   KPK dan Kemendagri Lakukan Kajian, Gelar Rakor dan Seminar Perkuat BUMD

“Dengan masifnya digitalisasi ini, maka implementasi Key Performance Indicator (KPI) di Bank Jambi diterapkan pada berbagai aspek operasional bank, mulai dari keuangan, pelayanan, hingga pengelolaan risiko. Dari sisi keuangan, target-target financial menjadi fokus utama untuk mencapai Rencana Bisnis Bank, mulai dari peningkatan CASA hingga penyaluran kredit UMKM yang memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah,” katanya.

Selain itu, Bank Jambi juga menjaga agar rasio kredit macet (NPL) tetap rendah berikut rasio-rasio keuangan lainnya agar tetap menjaga kesehatan keuangan bank.

“Dengan menerapkan sistem manajemen KPI yang efektif, bank dapat memastikan tetap berada di jalur yang benar untuk mencapai tujuan strategis, mengoptimalkan kinerja operasional, dan meningkatkan layanan kepada pelanggan,” pungkas dia.

Tags: Bank JambiTOP BUMD Awards 2025
Previous Post

Puluhan Karyawan Bhirawa Steel Antusias Donor Darah, Ciptakan Gerakan Cepat Tanggap Kemanusiaan

Next Post

Berikut Besaran Tarif Tol Tanjung Pura – Pangkalan Brandan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR