TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kans IHSG Masih di Zona Merah, Saham Ini Layak Koleksi

Busthomi
17 April 2025 | 08:33
rubrik: Capital Market
IHSG Berseberangan dengan Dow Jones

Ilustrasi rekomendasi saham hari ini. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — Laju IHSG kemarin ditutup turun 0.65%, dan kembali disertai net sell asing ~365 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBNI, BMRI, ADRO, BBRI, dan BBCA.

Untuk perdagangan hari ini, Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas mengatakan bahwa IHSG masih berpotensi kembali terkoreksi seiring the Fed mengisyaratkan hold rate lebih lama.

“Sehingga dengan kondisi itu, level Support IHSG akan berada di rentang 6200-6300, dengan level Resist IHSG diproyeksi di kisaran 6450-6500,” ujar Fanny, dalam risetnya, Kamis (17/4/2025).

Global Overnight Review

Wall Street Turun, Dampak Aksi Jual Besar-besaran Saham Teknologi. Indeks-indeks utama Wall Street melemah pada perdagangan Rabu (16/4).

Hal tersebut didorong oleh kekhawatiran investor terhadap prospek sektor teknologi dan dampak kebijakan tarif yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.

Kemudian pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell mengenai risiko ekonomi AS akibat tarif tersebut. Dow Jones Industrial Average turun 1,73%, S&P 500 turun 2,24% dan Nasdaq Composite turun signifikan sebesar 3,07%.

Tekanan jual semakin dalam setelah saham Nvidia melemah 6,9%, setelah perusahaan mengumumkan akan mencatat beban kuartalan sebesar US$ 5,5 miliar terkait larangan ekspor chip H20 ke China dan negara lain.

Pemerintah AS mewajibkan lisensi khusus untuk pengiriman chip tersebut dari AS ke China. Selain itu, saham Nvidia setelah laporan The New York Times menyebutkan bahwa pemerintahan Trump sedang mengambil langkah untuk menindak startup China DeepSeek, salah satu mitra Nvidia.

Kemudian, saham AMD anjlok 7,4%, dan Micron Technology melemah 2,4%. Saham ASML mengecewakan, saham turun 7%.

Pasar Asia Melemah, Data Ekonomi China Tumbuh. Bursa saham Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Rabu (17/4), seiring tekanan dari Wall Street yang turun.

BACA JUGA:   IHSG Anjlok pada Pembukaan Perdagangan, Saham Perbankan Jadi Penekan Utama

Sentimen investor dibayangi oleh kekhawatiran tarif dan terhadap rilis data ekonomi utama dari China.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,01% dan Topix turun 0,61%. Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,21%, sementara indeks small-cap Kosdaq melemah 1,80%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun tipis 0,04%.

Sementara itu, indeks Hang Seng Hong menurun 1,91%. Sedangkan, CSI300 China naik 0,31% dan Shanghai Composite turun 0,26%.

Data ekonomi China, produk domestik bruto (PDB) China tumbuh 5,4% YoY pada 1Q25 atau lebih tinggi dari estimasi konsensus sebesar 5,2%.

Sedangkan, produksi industri tumbuh 7,7% pada bulan Maret dibandingkan tahun lalu. Penjualan ritel meningkat 5,9%, atau jauh lebih tinggi dari kenaikan yang diperkirakan sebesar 4,3%.

Di sisi lain, ketegangan dagang antara AS dan China kembali meningkat. Otoritas China memerintahkan maskapai untuk menghentikan pengiriman pesawat Boeing, sebagai respons terhadap perang tarif masih berlanjut. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)

Trading Idea hari ini: HRTA, PSAB, AMRT, MBMA, PTRO, dan BRIS

–HRTA Spec Buy dengan area beli di 580-590, cutloss di bawah 555. Target dekat di 610-660.

–PSAB Spec Buy dengan area beli di 314-318, cutloss di bawah 306. Target dekat di 328-350.

–AMRT Spec Buy dengan area beli di 1930-1950, cutloss di bawah 1900. Target dekat di 1970-2000.

–MBMA Buy if Break 280 dengan target dekat di 288-300. Jika belum break di atas 280, hindari dulu.

–PTRO Spec Buy dengan area beli di 2300, cutloss di bawah 2250. Target dekat di 2350-2430.

–BRIS Spec Buy dengan area beli di 2460, cutloss di bawah 2430. Target dekat di 2500-2540.

Tags: ihsgproyeksi ihsgrekomendasi sahamsaham hari ini
Previous Post

Tabungan Nasabah Premium BNI Naik 16% di Kuartal I-2025

Next Post

Investor Asing Diajak Masuk Produk Ekspor

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR