TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indocement Punya Dua Hal Sebagai Inti Kegiatan CSR

Agus Haryanto
17 April 2025 | 19:08
rubrik: Event
Indocement Punya Dua Hal Sebagai Inti Kegiatan CSR

Jakarta, TopBusiness – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk atau Indocement mempunyai dua hal yang menjadi inti dari semua kegiatan agar tetap berkelanjutan dalam bisnis prosesnya, sekalian untuk merealisasikan inisiatif strategi bisnis program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Saat penjurian TOP CSR Awards 2024, Dani Handajani selaku Corporate Secretary General Manager, mengucapkan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk bisa ikut penjurian ini. “Jadi, saya mengikuti dari awal. Betul, bahwa memang kami banyak sekali inisiatif dari CSR kita. Dan ‘jangkrik bos’ ini memang sekarang sedang dikembangkan oleh tim. Tadi, dikatakan tidak ada hubungannya koq bisa pabrik semen ada jangkriknya, begitu. Nanti, kalau ke sini juga bingung, koq ada kafe di tengah-tengah pabrik semen, gitukan?” ujar dia kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2025, yang berlangsung secara online melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, Kamis.

Program CSR Indocement selain menyasar pada masyarakat sekitar pabrik, perusahaan juga memperhatikan potensi karyawan generasi muda yang bergabung di Indocement. Selanjutnya, mendorong inisiatif dan kreativitas dari kalangan generasi muda dan talenta-talenta lainnya dalam rangka mengimplementasikan program CSR.

“Memang selain, kita untuk masyarakat. Kita itu’kan sekarang ini ada generasi yang baru yah. Generasi yang masuk ke Indocement. Jadi, banyak hal yang selain untuk masyarakat, kita tuh juga retention terhadap karyawan. Jadi, katanya anak-anak muda sekarang itu bangga bekerja dengan perusahaan yang punya banyak green inisiative. Yang kedua, kita harus menghapuskan kesan sebagai perusahaan industri manufaktur yang kaku dan juga seolah-olah tidak kreatif. Jadi, kedua hal itu sebenarnya yang sekarang menjadi inti dari semua kegiatan kita,” ungkap dia.

BACA JUGA:   Mampu Beradaptasi di Masa Pandemi, BPR Serang Raih Kinerja Melebihi Target

Di kesempatan yang sama, Gadang Wardono sebagai Corporate CSR Manager, saat sesi pendalaman materi berjudul ‘Jangkrik Bos’, menjelaskan soal kaitan program CSR jangkrik bos dengan Indocement.

“Jangkrik yah. Kalau, pabrik semen ini tugasnya, salah satunya adalah bagaimana berkontribusi menurunkan Co2. Nah yang kita lakukan pertama, salah satunya, adalah menggunakan energi alternatif. Yang kedua, untuk mencukupi green energy, kita menanam pohon. Menanam pohon, sudah terdata di kami. Kebetulan yang mendata di kami sebanyak 141.000 pohon. Nah, dari pohon yang kita tanam di bekas eks tambang reklamasi, ini ada beberapa pohon yang menjadi makanannya jangkrik,” papar Gadang.

Selain, di lahan eks tambang dipergunakan sebagai tempat edukasi, dan latihan budidaya jangkrik. “Di situ beberapa pohon yang memang menjadi santapan. Makanya, kita lokasi untuk pembudidayaan jangkrik, pelatihan dan sebagainya kita tempatkan di eks tambang, sekitar itu. Di tambah, jangkrik sendiri makanannya adalah poor. Kalau boleh saya sebutkan di sini ada daun pisang, singkong dan sebagainya. Kemudian ada beberapa daun-daunan yang memang dipakai untuk makanannya jangkrik,” kata Gadang.

Dengan program CSR jangkrik bos, maka perusahaan dapat berkontribusi bagi masyarakat sekitar dalam rangka menciptakan penghasilan per bulan, pun menurunkan emisi gas karbon dioksida.

“Jadi, misalnya petani yang di sekitar itu, kalau dilatih, terus kita berikan modal untuk beternak jangkrik. Itu juga memanfaatkan lahan eks tambang dan sebagainya. Kita juga berkontribusi menurunkan gas Co2 karena kita menanam pohon-pohonnya,” imbuh Gadang.

“Demikian juga untuk adalah bahwa eks tambang, tanahnya ini bermanfaat dan berdaya guna untuk masyarakat. Dia punya penghasilan setiap bulan. Jadi, kalau akhirnya kalau mereka berdaya dan punya penghasilan secara ekonomi, tidak mengganggu kita. Karena, perusahaan, misalnya, tiga unit itu karyawannya tidak sampai 4.000 orang. Tapi, masyarakat di sekitar pabrik ada 400.000 jiwa. Semuanya ingin masuk Indocement, ingin bekerja di Indocement. Nah ini salah satu inovasi bagaimana masyarakat jadi berdaya dan tiap bulan punya penghasilan,” beber Gadang.

BACA JUGA:   Ini Sederet Program CSR Jasa Marga yang Luar Biasa

Bahkan, Gadang mengklaim pendapatan dari membudidayakan jangkrik sangat menguntungkan. Dia menjelaskan bahwa jangkrik bos merupakan sebuah singkatan, dengan bos sendiri memiliki kepanjangan bisa jadi orang sukses.

 “Dan laku, nggak ada yang nggak laku, jadi karena permintaan masih terpenuhi 50 persen. Jadi, tadi dikaitkan dengan dampak yang dihasilkan adalah emisi dan polusi. Emisi, di sini, kita berkontribusi menurunkan Co2. Kurang lebih seperti itu kalau dikaitkan,” pungkas Gadang.

Previous Post

Genjot Kualitas Produksi, NIKL Gelontorkan Belanja Modal Senilai Rp38,68 Miliar

Next Post

Saat Investor Wait and See, Mirae Asset: RDPU yang Sameday Redeem Solusinya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR