Jakarta, TopBusiness—Industri wastra (tradisional) Indonesia berpotensi untuk terus tumbuh dan semakin diminati konsumen lokal dan internasional.
Sebab, industri wastra Nusantara, seperti batik, tenun, dan songket, dianggap mampu merespons kebutuhan akan menjamurnya industri slow fashion di tengah gencarnya tren fast fashion yang berdampak negatif terhadap lingkungan.
“Wastra Nusantara hadir bukan hanya sebagai produk budaya, melainkan juga sebagai solusi,” kata Direktur Jenderal Industi Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian RI (IKMA Kemenperin), dalam keterangan tertulis, pagi ini.
Proses pembuatannya yang sarat nilai kearifan lokal, penggunaan bahan alami, serta filosofi yang terkandung didalamnya menjadikan wastra sangat sejalan dengan konsep slow fashion.
“Yakni fesyen yang menekankan kualitas, keberlanjutan, dan keadilan bagi setiap pihak,” kata Reni.
