Jakarta, TopBusiness – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) menagetkan layanan pra dan purna angkutan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar khusus (BBK) pada 2025 mencapai 303.486 kiloliter per bulan, dengan total volume kontrak 2025 mencapai lebih dari 3,6 juta kiloliter.
Hingga 2024, kinerja volume layanan angkuta BBM dan BBK rerata tahunan meningkat hingga lebih dari 40 persen seiring dengan penambahan dan perluasan titik layanan.
Direktur Operasi KAI Logistik Heri Siswanto mengatakan, layanan ini merupakan kontribusi KAI Logistik dalam mendukung ketahanan energi nasional. Layanan ini menjadi salah satu layanan KAI Logistik dalam segmen industri yang dilayani melalui KALOG Pro.
“Melalui kegiatan logistik energi yang aman, efisien, dan berstandar industri, kami berkomitmen untuk terus memperkuat posisi sebagai bagian penting dalam ekosistem logistik energi di Indonesia,” kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (22/4/2025).
Sejak diluncurkan pada Juli 2020, layanan pra dan purna angkutan BBM/BBK ini telah menjadi bagian penting dari rantai pasok energi nasional, terutama dalam memastikan kegiatan penunjang logistik baik di supply point maupun di delivery point yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Layanan pra purna BBM/BBK mencakup kegiatan operasional utama yaitu bongkar/muat, pemeliharaan dan perawatan ketel, pencucian dan kalibrasi ketel, pemuatan dan pembongkaran hingga penanganan klaim susut. Saat ini, layanan tersedia di 10 rute distribusi di Jawa dan Sumatra seperti Labuan, Kertapati, Maos, Cilacap, Rewulu, Madiun, Benteng hingga Malang
“Layanan pra purna BBM/BBK ini terus menunjukkan kinerja positif yang ditunjukkan dengan semakin luasnya cakupan layanan dan peningkatan kinerja,” ujarnya.
Heri menjamin kualitas BBM dan BBK yang didistribusikan KAI Logstik tetap sesuai standar dengan kegiatan seperti pencucian, kalibrasi, serta perawatan ketel. Hal ini memegang peranan penting dalam menjaga performa dan keamanan pada saat digunakan, baik untuk industri, SPBU, maupun aviasi.
“Proses pemuatan dan pembongkaran yang terstandarisasi, termasuk pengelolaan klaim susut, membantu menjaga akurasi volume distribusi. Layanan pra purna BBM/BBK ini akan mendukung ekosistem distribusi energi di titik-titik vital, mulai dari SPBU hingga bandara,” tuturnya.
Ke depan, KAI Logistik juga akan menjajaki ekspansi layanan pra-purna serupa untuk angkutan Crude Palm Oil (CPO), khususnya di wilayah Sumatra Utara, guna mendukung diversifikasi layanan dan perluasan pangsa pasar logistik berbasis kereta api,” ungkapnya.
“KAI Logistik akan terus berinovasi untuk mendukung sistem distribusi energi yang berkelanjutan, efisien, dan terstandarisasi demi mendukung agenda ketahanan energi nasional,” ujar Heri.
