Jakarta, TopBusiness—Rumah123 Flash Report April 2025 mengungkapkan bahwa sepanjang kuartal I 2025 (Januari–Maret), indeks harga rumah seken di 13 kota besar Indonesia mengalami perlambatan.
Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, menjelaskan, “Pada kuartal I 2025, pertumbuhan harga rumah seken secara nasional berada di kisaran 0,9% hingga 1,6%.”
Dalam keterangan yang diterima situs topbusiness.id hari ini, ia mengatakan: jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024—di mana pertumbuhan mencapai 0,7% hingga 2,7%—tren harga rumah seken nasional kali ini terlihat melambat.
Sementara itu, dibandingkan dengan Februari 2025, pertumbuhan harga rumah seken secara tahunan pada Maret tercatat mengalami kenaikan.
Hal ini bisa menjadi sinyal positif bagi tren harga di bulan-bulan berikutnya, apalagi mengingat adanya momen Ramadan dan Lebaran yang turut mewarnai kuartal I 2025.
Sementara dari segi permintaan diperkirakan akan kembali tumbuh.
Sepanjang kuartal I 2025, Yogyakarta, Denpasar, dan Semarang tampil sebagai tiga kota dengan pertumbuhan harga tahunan paling konsisten di pasar rumah sekunder. Yogyakarta mencatatkan lonjakan harga antara 8,9% hingga 9,8%, disusul Denpasar dengan kisaran 8,2% hingga 9,3%, serta Semarang yang stabil di angka 3% hingga 3,1% secara tahunan.
Salah satu faktor pendorong pertumbuhan di Yogyakarta adalah pembangunan infrastruktur strategis, seperti tol Solo–Yogyakarta–NYIA dan tol Yogyakarta–Bawen.
“Sejak peresmian jalur tol Solo–Klaten pada September 2024, yang menjadi bagian dari konektivitas antar-wilayah tersebut, potensi pengembangan kawasan kian terbuka. Tren pertumbuhan harga yang konsisten telah terlihat di Yogyakarta sejak pertengahan 2024.”
