Jakarta, TopBusiness—Permata Tani Pulosari merupakan sebuah CSR unggulan dari PLN Indonesia Power Unit PLTP Gunung Salak UBP Kamojang (PLN IP Gunung Salak), Jawa Barat. Permata Tani Pulosari merupakan contoh program CSR yang mendukung bisnis berkelanjutan.
Hal itu dikatakan oleh Manajer Unit PLN IP Gunung Salak, Mulyadi Kusumah, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top CSR Awards 2025 (25/4/2025).
Permata Tani Pulosari merupakan program yang memanfaatkan biodigester untuk mendukung optimalisasi pertanian Desa Pulosari.
Mulyadi menjelaskan bahwa, program tersebut, menggunakan pendekatan Nature Based Solutions (NBS). Pendekatan ini terinspirasi dari pola alam dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di Desa Pulosari. “Hal itu untuk menciptakan kondisi pertanian secara optimal secara gradual,” papar Mulyadi.
Kemudian, ada dua program turunan dari Program Permata Tani Pulosari. Yang pertama, Sub Program Permaisury atau pemanfaatan limbah ternak menjadi bioslurry. Yang kedua, Sub Program Sarasehan, yang merupakan kependekan dari Pulosari Sehat Sejahtera Mandiri.
Program Permata Tani Pulosari punya beberapa tujuan. Pertama, dalam lingkup pertanian, program tersebut meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya perawatan tanaman dan mereduksi penggunaan pupuk kimia.
Kedua, dalam lingkup lingkungan, program tersebut memerbaiki 75% lahan pertanian yang terdegradasi. “Juga, mengurangi pencemaran air sungai akibat limbah aci dan limbah kotoran domba,” papar Mulyadi.
Ketiga, dalam lingkup peternakan, program CSR tersebut mengubah pola ternak sehingga menaikkan pendapatan petani lokal. Pun, program tersebut mendorong perubahan perilaku petani dalam memberi pakan ternak.
Ada beberapa sasaran kelompok penerima manfaat program tersebut. Itu adalah, pertama, 33 petani gurem dengan pemilikan lahan kurang dari 1 hektar. Kedua, sembilan petani lanjut usia berusia 60-70 tahun. Ketiga, sebanyak 31 balita stunting berusia 12-24 bulan.
Adapun yang keempat adalah 20 ibu hamil berisiko KEK (kurang energi kronis). Dan yang kelima, adalah tiga masyarakat miskin.
Program tersebut, kata Mulyadi, telah melahirkan sejumlah manfaat. Antara lain, dalam aspek ekonomi, ada penghematan biaya pertanian sebesar Rp61.400.000 per tahun. Juga, 20 anggota kelompok penggemukan domba mendapatkan keuntungan Rp43.824.000 per tahun.
Dalam presentasi tersebut, Mulyadi Kusumah disertai oleh beberapa staf. Itu yakni Asisten Manajer Umum PLN IP Gunung Salak, Vicky Apeiandana; Officer Community Development PLN IP Gunung Salak, Muchtar; Officer Community Development PLN IP Gunung Salak, Tabita Titah Dewanti; dan Officer Community Development PLN IP Gunung Salak, M. Sulchan Fathoni.
Adapun sebagai Dewan Juri Top CSR Awards 2025 untuk PLN IP Gunung Salak, adalah Ermon Idrus dari LKN Asta Cita, serta Febrizal Efendi dari Aspiluki (Asosiasi Piranti Lunak dan Telematika Indonesia).
