Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi sideways hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (2/05/2025) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Bursa AS ditutup menguat pada Kamis (1/5). Dow +0,21%, S&P 500 +0,63%, Nasdaq +1,52%. Nasdaq memimpin penguatan pasar saham AS pada hari Kamis setelah laporan keuangan yang kuat dari Microsoft dan Meta meredakan kekhawatiran prospek perusahaan Big Tech di tengah gejolak tarif Presiden Trump.
Pasar komoditas ditutup mixed pada Kamis (1/5). Minyak WTI -0,79% ke USD 58,8/bbl, minyak Brent +1,75% ke USD 62.1/bbl, batu bara +0% di USD 97,5/ton, dan CPO 0% di MYR 3.910. Sedangkan, emas turun 2,14% ke USD 3.237/oz.
Bursa saham Asia ditutup mixed pada Rabu (30/4). Kospi -0,34%, Hang Seng +0,51%, Nikkei +1,13%, dan Shanghai -0,23%.
IHSG menguat 0,66% ke level 6.766,8 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy Rp 142,6 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 239,2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 96,6 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 440,3 miliar), TLKM (Rp 111,5 miliar), dan ANTM (Rp 104,3 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BMRI (Rp 271,5 miliar), BBRI (Rp 77,6 miliar), dan BRMS (Rp 47,1 miliar). Top leading movers emiten BBCA, TLKM, INDF, sementara top lagging movers emiten BMRI, DCII, ISAT.
Pagi ini Nikkei menguat (0,60%), sedangkan Kospi melemah (0,02%). “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini, ditengah sentimen beragam dari pasar global dan regional,” demikian tertulis di website.
