TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tim Kementerian ESDM Cek Langsung Operasi HCML

Albarsyah
5 May 2025 | 14:36
rubrik: Business Info
Tim Kementerian ESDM Cek Langsung Operasi HCML

Jakarta, TopBusiness – Tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia mengecek langsung kondisi operasi Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi, di perairan Madura, Jawa Timur, 1 Mei 2025.

Tim terdiri atas Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Infrastruktur Anggawira dan Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas La Ode Sulaeman.

Mereka mengunjungi Gas Metering Station HCML di Pasuruan dengan didampingi VP Operations HCML Perkasa Sinagabariang dan Manager Marketing HCML Aris Suryanto. “Kunjungan ini menandakan mengalirnya gas HCML melalui pipa jumperline yang baru saja selesai dipasang,” kata Manager Regional Office & Relations HCML, Hamim Tohari.

Tohari mengatakan, HCML telah menyediakan semua data dan informasi pendukung terkait kegiatan operasional yang sedang berjalan. “Kunjungan dari Kementerian ESDM ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya kami terus memperkuat pasokan migas,” katanya.

Menurut Tohari, dari tiga lapangan HCML, yakni lapangan BD, 2M (MDA-MBH), dan MAC, KKKS HCML menjadi produsen gas terbesar di Jawa Timur dan Jawa Tengah. “Persentase produksinya mencapai 38 persen dari total produksi gas di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah,” katanya.

Sejak awal Lapangan BD telah ditargetkan memproduksi gas sebesar 100 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day) dan kondensat sebesar kurang lebih 6000 BCPD (Barrel Condensate per Day). Proyek ini dimulai dengan pembangunan pipa bawah laut sepanjang kurang lebih 53 kilometer dari Sampang ke Pasuruan.

Lapangan MDA dan MBH ditargetkan memproduksi gas untuk menyediakan kebutuhan gas dalam negeri. Gas disalurkan melalui pipa dan akan disambungkan dengan East Java Gas Pipeline (EJGP) dengan jumlah produksi sesuai dengan POD 120 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day). Sementara itu, Lapangan MAC memiliki kapasitas produksi gas 50 MMSCFD dengan penjualan gas per 30 April 2025 38 MMSCFD.

BACA JUGA:   Pemerintah Apresiasi Peluncuran Unilever Muslim Centre of Excellence
Tags: kementerian esdm
Previous Post

Ekonomi Triwulan I Naik 4,87% Secara Tahunan

Next Post

Pertamina Drilling dan NPS Energy Indonesia Teken MoU untuk Kembangkan Teknologi ERRA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR