Jakarta, TopBusiness – Sebagai bagian dari PT Pertamina Group, PT Pertamina Maintenance and Construction (PertaMC) juga berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar yang direalisasikan melalui program-program Corporate Social Responsibility (CSR) atau dikenal juga sebagai Program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan).
Kebijakan dan strategi CSR yang dilakukan juga bagian dari komitmen untuk mendukung strategi bisnis perusahaan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan program TJSL ini bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional yang tersebar di berbagai lokasi di Tanah Air. Semua program CSR atau TJSL juga diselaraskan dengan strategi induk (PT Pertamina) untuk mendukung bisnis perusahaan secara berkelanjutan. Implementasi program CSR, di antaranya berfokus pada empat pilar utama: pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan program pemberdayaan Ekonomi.
“PertaMC berkomitmen untuk mendukung 10 fokus keberlanjutan Pertamina Group, disertai dengan serangkaian inisiatif program yang dirancang secara strategis untuk memperkuat komitmen bangsa kita, terhadap keberlanjutan dan upaya mencapai Net Zero Emissions (NZE),” ujar Plt. Direktur Utama merangkap Direktur Operasi PT PertaMC, Agus Sujono saat presentasi wawancana penjurian “TOP CSR Awards 2025” pada Rabu (30/04/2025) secara daring melalui aplikasi zoom meeting yang diselenggarakan Majalah TopBusiness, Jakarta.
Tahun ini, PT Pertamina Maintenance and Construction untuk pertama kalinya terpilih dan masuk nominasi sebagai salah satu finalis untuk penghargaan tingkat nasional TOP CSR Awards 2025.
Turut hadir dalam wawancara penjurian, di antaranya Plt. Corporate Secretary & Legal (Suparjono), Staff Communication and Relations (Francisca Quinn dan Noviandini).
Sedangkan tim juri penilai terdiri Ina Sawitri (Senior Business Consultant Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro/Pakem), Thendri Supriatno, Founder Corporate Forum for CSR Development (CFCD), Arya Kusumo (Sustainability Match Maker), Ermon Idrus (CSR Exspert LKN-Asta Cita) yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (MSI Group).
Mengawali presentasinya, Plt. Direktur Utama Agus Sujono menjelaskan sekilas profil perusahaan, visi dan misinya. PertaMC merupakan Grup PT Pertamina, yakni anak perusahaan dari Subholding Commercial & Trading (C&T) PT Pertamina Patra Niaga. Aktivitas usaha meliputi jasa konstruksi (construction), Operation & Maintenance (O&M), Plant Services, Consulting & Manpower Services.
Layanan jasa konstruksi dan pemeliharaan, termasuk layanan pendukung seperti layanan pabrik (PS) dan konsultasi serta tenaga kerja (CMPS). Layanan konstruksi jugs mencakup berbagai fasilitas energi, termasuk kilang minyak, terminal, dan infrastruktur lainnya. Sedangkan layanan pemeliharaan (O&M), yakni melakukan pemeliharaan preventif dan korektif pada fasilitas energi, memastikan kelancaran operasional dan efisiensi energi.
Selain itu juga ada layanan pendukung, seperti layanan pabrik (PS) dan konsultasi, serta tenaga kerja (CMPS) yang relevan dengan kebutuhan klien. Untuk jaminan kualitas kerja, PertaMC juga menerapkan sistem manajemen terpadu seperti standar -ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2018, dan ISO 21500:2022 di seluruh proses bisnisnya.
Perusahaan secara konsisten dan berkesinambungan juga menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG). Skor GCG PertaMC juga terus membaik. Tahun 2021 yaitu 70,13. Tahun 2022 skor 71,45. Dan untuk tahun 2023 Skor GCG: 79,76%, dan tahun 2024 Skor GCG 82,70%.
Perusahaan juga mengadopsi ISO 26000 SR Lingkungan Hidup (The Environment) Divisi QHSE. Telah menerapkan Sistem Whistleblowing System (WBS) yang menginduk ke WBS PT Pertamina (Persero) guna memproses pengaduan/pemberian informasi mengenai adanya perbuatan melanggar perundang-undangan, kode etik, kebijakan, dan lainnya.
Mengacu ISO 26000 SR.
Terkait program CSR, kepada dewan juri ia mengatakan bahwa PertaMC mempunyai komitmen tinggi terhadap program keberlanjutan dan ESG untuk menunjang bisnis perusahaan secara keberlanjutan (Sustainable Business). Kebijakan TJSL/CSR dilakukan dengan mengacu pada ISO 26000 SR. “Tujuan utama pengelolaan CSR PertaMC adalah mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dengan menciptakan nilai bersama (creating shared value/CSV) bagi masyarakat, lingkungan, dan pemangku kepentingan,” terangnya.
Dalam hal ini, perusahaan juga telah memiliki sistem tata kelola CSR (terkait Perencanaan program, Pelaksanaan, Monitoring, Pelaporan, dan lainnya). Perusahaan juga menerapkan adanya pelibatan (pemberdayaan) masyarakat dalam setiap kegiatan CSR yang akan dilaksanakan.
Dalam setiap aksinya, perusahaan juga melakukan “Sosial Mapping Stake Holder”, yaitu melakukan pemetaan dampak lingkungan terhadap pemangku lepentingan (stakeholders). Dengan strategi ini, harapan program CSR yang dijalankan bisa tepat guna, tepaat sasaran, dan bisa memberi manfaat luas bagi masyarakat, lingkungan, dan juga perusahaan. Pendekatan ini tidak hanya memberikan manfaat sosial dan lingkungan yang terukur, tetapi juga memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi tantangan transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.
“PertaMC memandang bahwa keberlanjutan adalah kunci pertumbuhan jangka panjang. Strategi manajemen diarahkan pada penguatan tata kelola (governance), inovasi layanan konstruksi dan pemeliharaan energi, serta pengelolaan dampak sosial dan lingkungan secara terintegrasi,” ujarnya.
Fokus atau prioritas dalam kegiatan/program CSR yang disusun meliputi bidang – bidang lingkungan, pemberdayaan/sosial kemasyarakatan, ekonomi, energi, kesehatan, lingkungan dan sarana prasarana(infrastruktur), serta berkomitmen terhadap 17 Tujuan SDGs. “Pada tahun 2022 sampai dengan 2024, fokus/prioritas kegiatan/program CSR Perusahaan yaitu Program Energizing Your Nature, Environment, Eco Life, Movement dan Future Generation,” terangnya.
Salah satu yang program unggulannya yakni “Desa Energi Berdikari”, yaitu pengembangan desa mandiri energi berbasis EBT (Energi Baru Terbarukan), yang tidak hanya mendukung transisi energi nasional, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara ekonomi dan sosial. Program ini telah terintegrasi dalam strategi bisnis perusahaan sebagai bentuk kontribusi terhadap pertumbuhan bisnis berkelanjutan yang berdampak luas dan terukur.
Di bidang lingkungan, perusahaan mengelola aspek lingkungan hidup secara sistematis dan terukur melalui penerapan Sistem Manajemen Lingkungan serta kebijakan QHSE terkait lindungan lingkungan. Melakukan pengelolaan limbah B3 seperti Perusahaan memiliki izin TPS limbah B3, bekerjasama dengan transporter berizin, serta melaporkan limbah B3 dan limbah lainnya ke Dinas Lingkungan Hidup melalui pelaporan UKL UPL setiap semester.
Perusahaan juga melakukan perbaikan lingkungan yang telah dilaksanakan dengan hasil pengukuran masih dalam batas NAB. Di antaramya melalui pelaksanaan beberapa kegiatan penghijauan ataupun penanaman di lingkungan sekitar wilayah operasioal Perusahaan.
Ditambahkan, secara umum, sebagai bagian dari BUMN, manajemen juga mengedepankan penguatan budaya AKHLAK. Perusahaan juga menerapkan transfromasi nilai dan digitalisasi proses bisnis untuk efisiensi dan transparansi. Perusahaan juga konsisten mengukung agenda transisi energi nasional selaras dengan Asta Cita dan berkontribusi pada pencapaian SDGs – 17 Tujuan SDGs melalui strategi keberlanjutan yang terukur dan berbasis nilai.
