Jakarta, BusinessNews Indonesia—Waralaba di Indonesia kini memang mencatatkan omset bisnis Rp 170-an triliun per tahun. Akan tetapi, sesungguhnya itu masih tertinggal dibandingkan di negara lain seperti Belanda yang berpenduduk lebih sedikit.
“Penyebab hal itu, antara lain karena kurangnya pembinaan dari pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat di Indonesia. Selain itu, pelaku bisnis waralaba sering kurang ulet dan inginnya duit masuk cepat saja,” kata Ketua Asosiasi Franchise Indonesia, Anang Sukandar, dalam wawancara khusus dengan Majalah BusinessNews Indonesia, di Jakarta belum lama ini.
Anang mencontohkan, di Belanda, omset bisnis waralaba di tahun 2004 sudah senilai USD 13 miliar. Sementara, penduduk Belanda jauh lebih sedikit daripada Indonesia.
Kemudian, Malaysia, mencapai adanya penambahan 300-an merek waralaba lokal di tahun 2013. Sedangkan Indonesia, saat ini baru punya 120-an merek waralaba lokal.
“Jadi, memang benar bahwa omset bisnis waralaba Indonesia kini di Rp 170-an triliun. Tetapi pertumbuhannya masih tertinggal,” kata Anang lagi.
