Jakarta, TopBusiness — MNC Group menegaskan komitmennya terhadap praktik tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan melalui serangkaian program di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi lokal.
Program-program ini dijalankan baik oleh unit usaha maupun melalui lembaga sosial yang berada di bawah naungan perusahaan.
Head of CSR MNC Group Tengku Havid menjelaskan bahwa pendekatan CSR perusahaan mencakup dua pilar utama yang berbasis regulasi dan yang bersifat filantropi.
“Ada CSR yang berbasis regulasi, seperti pelaporan ESG, dan ada yang murni untuk kebaikan, seperti yang dilakukan oleh Yayasan Jalinan Kasih dan Yayasan Hary Tanoesoedibjo (YHT),” ujar Tengku dalam sesi wawancara penjurian TOP CSR Awards 2025 yang dilakukan secara daring, Selasa (6/5/2025).
MNC Group juga mengadopsi prinsip-prinsip internasional dalam pelaksanaan CSR-nya, termasuk tujuh prinsip ISO 26000 seperti transparansi, akuntabilitas, perilaku etis, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Nilai-nilai tersebut menjadi acuan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan sosial.
Beberapa inisiatif program CSR unggulan yang telah dijalankan perusahaan antara lain MNC Group Peduli Lingkungan Sosial, Melek Literasi Anak, serta MNC Group Peduli Mangrove.
Program yang termasuk dalam MNC Group Peduli Lingkungan Sosial antara lain Program daur ulang sampah organic di komplek perkantoran MNC center menjadi pupuk & pakan ikan. •Selain itu, pembinaan komunitas untuk usaha mikri, pemberian makanan bergizi, serta Edukasi masyarakat secara offline dan online.
Khusus untuk Program daur ulang sampah organik menjadi pupuk dan pakan ikan, MNC Group sudah melakukan pengukuran SROI (Social Return on Investment) dengan nilai 93 persen.
“Itu berarti setiap Rp 1 yang diinvestasikan menghasilkan dampak sosial dan finansial senilai 9,53. ini menunjukkan kegiatan sangat berdampak baik secara ekonomi maupun sosial,” kata Tengku.
Sedangkan untuk Program Melek Literasi Anak, kegiatan yang dilakukan MNC Group antara lain men-support kebutuhan proses belajar mengajar, • memberikan pemahaman mengerti dan memahami suatu literasi, khususnya yang berhubungan dengan media mainstream maupun anti-mainstream.
Kegiatan lainnya adalah merevitalisasi bangunan sekolah/perpustakaan/ taman baca dan lingkungan sekolah. Ada pula peningkatan minat baca dan pendidikan, Pelatihan anak didik dan tenaga pengajar, serta Meningkatkan produktivitas dunia pendidik.
Untuk Program MNC Group Peduli Mangrove, perusahaan melakukan pemeliharaan kawasan hutan mangrove, penanaman 20.000 pohon mangrove. Selain itu, budidaya pembibitan 100.000 mangrove, pembinaan komunitas untuk usaha mikro, serta edukasi masyarakat baik secara offline maupun online.
Untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi lokal, MNC Group turut mendampingi pelaku UMKM di sekitar proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido.
“Melalui program-program ini, kami ingin memastikan bahwa CSR tidak sekadar menjadi kewajiban, tetapi benar-benar berdampak langsung pada masyarakat dan lingkungan,” tambah Tengku yang dalam penjurian ini didampingi Aldini Amanda (Media Handling MNC Group).
MNC Group juga memanfaatkan kekuatan medianya untuk mendukung penyebaran informasi dan nilai-nilai CSR kepada publik. Media digunakan sebagai sarana edukasi sekaligus kontrol sosial agar program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Tengku menambahkan, perusahaan juga berupaya menjalin sinergi dengan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah. Dia menekankan pentingnya sensitivitas terhadap kondisi sosial dan kebutuhan lokal agar program CSR yang dijalankan tidak hanya simbolis, tetapi juga efektif dan berjangka panjang.
Pelaksanaan program CSR juga sudah mengadopsi Creating Shared Value (CSV) serta sejalan dengan Asta Cita dan 17 Program Prioritas Kabinet Merah Putih.
Berkat komitmennya pada pelaksanaan CSR yang mendukung strategi bisnis berkelanjutan, MNC Group tahun ini kembali menjadi kandidat peraih TOP CSR Awards. Tahun 2024, MNC Group meraih penghargaan TOP CSR Awards 2025 bintang 5.
