Jakarta, TopBusiness — Komitmen PT Pan Brothers Tbk dalam menjalankan bisnis keberlanjutan sudah tak diragukan lagi. Sederet program tersebut sudah banyak dilakukan. Hal ini juga menjadi bagian dari pertanggungjawaban sosial perusahaan atau CSR.
Makanya saat mengikuti Kembali proses penjurian TOP CSR Awards 2025, emiten dengan kode saham PBRX itu menetapkan tema besar yakni “Profitable Years for Sustainable and Inclusive Future.” Ini berarti menandai komitmen perusahaan untuk mengintegrasikan keberlanjutan dan inklusivitas dalam seluruh lini operasional.
Hadir dalam proses penjurian kali ini yang digelar secara daring pada Senin (8/5/2025) itu adalah Nurdin Setiawan – HRM Head PBRX, Trisia Indrayani -HRM Development Manager, Andi Seto – Community Development Manager, Rizal Tanzil R – Government Relations & Sustainability Manager, dan Sudono Iswara – Corporate Secretary Assistant Manager.
Sebagai salah satu eksportir garmen terbesar di Indonesia, Pan Brothers yang berdiri sejak 1980 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 1990, kini mempekerjakan lebih dari 25.000 karyawan di fasilitasnya yang tersebar di Banten dan Jawa Tengah.
Perusahaan yang dikenal luas sebagai produsen pakaian teknikal dan fungsional berkompleksitas tinggi ini, bahkan sudah memperkerjakan tenaga kerja disabilitas. “Tercatat hingga saat ini, untuk penyerapan tenaga kerja disabilitas sudah mencapai 164 pekerja,” kata Trisia dalam proses wawancara penjurian itu.
Komitmen keberlanjutan juga tertuang dalam inisiatif pada 10 Tujuan (SDGs) dan 12 Target untuk Program Keberlanjutan PBRX. Semuanya terdiri dari tiga pilar yaitu Sosial, Lingkungan, dan Ekonomi
Dalam keberlanjutan sosial terdiri dari, Local Community Empowerment (Disability, Individual, UMKM), Training and Education (untuk pekerja dan anggota komunitas), Women’s Empowerment (Management Development Program, Health & Well-being), Fair and Equal Job Opportunities, serta Safe and Healthy Work Environment.
“Jadi di bidang sosial ini, perusahaan menggulirkan berbagai program seperti pelatihan menjahit untuk komunitas lokal, pemberdayaan perempuan, serta pemberian beasiswa dan subsidi Pendidikan,” katanya.
Tentu saja yang menarik dan menonjol adalah program Disability Empowerment. Selain merekrut, Pan Brothers juga memberikan pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas yang belum terserap di pasar kerja, bekerja sama dengan komunitas lokal dan instansi pemerintah.
Lalu di pilar lingkungan, ada Clean Water & Sanitation, Energy Efficiency (Renewable Energy, Efficient Technology), Sustainable Material Sourcing (Responsible Procurement), dan Waste Free Management (Waste Minimization, Circular Economy).
Adapun dalam hal ekonomi, dilakukan Good Corporate Governance, Supply Chain Transparency, dan Digitalization System (SAP, RFID, HR, Online Procurement, Industry 4.0).
Selain itu, lanjut Trisia, PBRX juga telah banyak menggunakan energi terbarukan dan efisiensi energi. Tercatat, dalam laporan keberlanjutan terbaru, Pan Brothers melaporkan implementasi panel surya (solar photovoltaic) di pabrik Boyolali dan Tangerang dengan kapasitas 2,7 MWp serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon hingga 2.565 ton CO₂ per tahun.
“Perusahaan juga mencatat efisiensi signifikan dari penggantian sistem boiler dan adopsi kendaraan listrik serta sistem manajemen energi berbasis teknologi. Ini semua tercantum dalam Roadmap Dekarbonisasi perusahaan,” ujarnya.
Selaras ISO 26000
Dalam menerapkan standar ISO 26000 SR ini, Pan Brothers telah menjalankan beberapa program yang termasuk dalam klausa ISO tersebut. Seperti di subyek tata kelola organisasi, HAM, praktek ketenagakerjaan, lingkungan, dan lain-lain.
Beberapa program tersebut antara lain, Transparansi Supply Chain. Dalam program ini, PBRX menggunakan sistem supply chain management yang transparan dan terdokumentasi dengan baik, pengembangan system integrasi keberlanjutan (susy-sustainability system)
“Jadi melalui sistem SUSI (Sustainability System), Pan Brothers menerapkan transparansi rantai pasok secara digital dan terdokumentasi,” katanya.
Program lainnya ada kesetaraan gender, kebebasan berserikat & berunding bersama, standar upah minimum regional dan nasional, pencegahan pekerja anak, program penyediaan air bersih warga, zero waste management, pelatihan dan penyediaan lapangan kerja bagi penyandang disabilitas.
Lalu ada program beasiswa dan subsidi pendidikan, program kemitraan dengan UMKM, program pengelolaan sampah produksi, program penghijauan masyarakat, serta program pembinaan UMKM.
“Dalam hal program penyediaan air bersih warga, PBRX mencoba meringankan beban masyarakat dari kesulitan air bersih selama musim kemarau. Perusahaan mengirimkan 108.000 liter air bersih untuk warga di Kecamatan Wonosegoro dan Kecamatan Musuk, Boyolali, Jawa Tengah,” katanya.
Adapun terkait dengan program pelatihan dan penyediaan lapangan kerja bagi penyandang disabilitas, perseroan melakukan pemetaan disabilitas di lingkungan sekitar dan bekerja sama dengan Disnaker, BLK serta Komunitas Difable; FKDB (Forum Komunitas Difabel Boyolali), dan GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia).
“Sementara untuk program pengelolaan sampah produksi, salah satunya untuk kain perca (potongan kecil) yang menjadi sampah factory (pabrik), dikelola oleh warga untuk diolah kembali menjadi barang bermanfaat, antara lain aneka kerajinan, isian jok, dll. Jadi, masyarakat setempat yang mengelola bergabung dalam UKM CV Berkah Jaya dan CV Karya Agung,” terang dia.
Program Unggulan
Setidaknya, kata dia, ada empat program CSR unggulan yang digarap Perusahaan dan memiliki keterkaitannya dengan bisnis berkelanjutan.
- Zero Waste Lifestyle
Program ini berupa praktik-praktik yang bertujuan untuk mengurangi atau menghindari limbah yang dihasilkan dalam proses produksi dan limbah.
“Jadi, dari sisi lingkungan ini, perusahaan aktif dalam pengelolaan limbah tekstil dan organik melalui pendekatan Zero Waste Lifestyle, termasuk produksi eco-enzyme dan pemanfaatan kain perca untuk produk kerajinan,” jelasnya.
- Pelatihan Teknik Menjahit
Ini adalah program pelatihan menjahit bagi komunitas lokal melalui kemitraan strategis dengan lembaga/organisasi seperti HIMMATA, YPO, dan korporasi lain, untuk membentuk UMKM konveksi serta Rumah Jahit di berbagai daerah seperti Jakarta, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan.
“Program ini bertujuan menciptakan penjahit kompeten yang mampu membangun UMKM mandiri dan berdaya saing global,” katanya.
- Disability Empowerment
Berupa pemetaan disabilitas sekitar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh serta pekerjaan yang layak untuk semua.
- Pemberdayaan UMKM
Program ini berupa kesempatan bagi perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat rantai pasokan. Dengan memberikan pelatihan dan akses ke pasar kepada UMKM setempat, perusahaan memperkuat kemitraan dengan masyarakat, dan mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan dalam jangka Panjang.
“Jadi dengan melakukan dan membentuk kelompok UMKM Binaan, terdiri dari 15 UMKM. Kemudian kami membina secara rutin berupa pelatihan (Teknis & Sikap Mental), serta memberi insentif untuk UMKM yang berprestasi. Dan pada akhirnya kami bisa mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar sebagai dampak positif bagi perusahaan,” pungkas dia.
