TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Menteri ESDM Segera Resmikan Lapangan Forel dan Terubuk pada Medio Mei 2025

Albarsyah
8 May 2025 | 13:51
rubrik: Business Info
Kinerja Positif Kuartal Pertama 2021 Medco Energi
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness – Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto menyampaikan akan segera diresmikannya Lapangan Forel dan Terubuk di Wilayah Kerja South Natuna Sea Block B yang dikelola oleh Medco E&P Natuna di wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau.

“Alhamdulilah Lapangan Minyak Forel dan Terubuk di Laut China Selatan siap diresmikan oleh Pak Menteri antara tanggal 15 sampai dengan 19 Mei 2025, sebelum acara pameran dan konferensi IPA,” ungkap Kepala SKK Migas dikutip dari OG Indonesia, Selasa (6/5/2025) pagi. 

Hal tersebut disampaikan Djoko setelah dirinya bersama Deputi Eksploitasi SKK Migas Taufan Marhaendrajana dan Direktur & COO Medco Energi Ronald Gunawan melakukan kunjungan ke Lapangan Forel dan Terubuk, Senin (5/5/2025).

Dipaparkan olehnya, Lapangan Forel akan diproduksikan mulai tanggal 12 Mei 2025 hingga mencapai 10.000 barel minyak per hari (bopd) pada akhir Mei 2025. Adapun puncak produksi dari Lapangan Forel ini bisa mencapai 12.000 bopd.

⁠Sementara Lapangan Terubuk sudah mulai memproduksi minyak sampai dengan 4.000 bopd, dengan puncak produksi paling telat pada bulan Oktober 2025 yaitu mencapai 6.500 bopd. “Kedua lapangan ini diharapkan dapat menjadi andalan untuk menjaga penurunan tingkat produksi minyak nasional hingga 0%, bahkan bisa menaikkan produksi minyak nasional,” tuturnya.

Kepala SKK Migas menyampaikan, rata-rata produksi minyak nasional tahun 2024 sebesar 580.000 bopd. “Sampai dengan kemarin rata-rata produksi minyak 578.544 bopd, dengan akan segera diproduksinya Lapangan Forel bisa naik dari 578.544 menjadi rata-rata 580.000 (tingkat penurunan produksi nol %), bahkan bisa di atas 580.000 bopd,” bebernya.

Djoko menambahkan, saat ini di Lapangan Forel sedang dilakukan commissioning yang sudah selesai 98%. Adapun untuk Fasilitas Produksi FPSO (Floating, Production, Storage, and Offloading) Marlin Natuna sendiri dibuat oleh tenaga Indonesia dengan tingkat TKDN hampir 100%.

BACA JUGA:   SKK Migas Dorong lTeknologi Cloud, Machine Learning dan Cyber Security
Tags: skk migas
Previous Post

UGM Dorong Pengembangan Panas Bumi Berbasis Kearifan Lokal NTT

Next Post

Cadangan Devisa Turun Karena 2 Hal Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR