TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

11 Kontrak Pembangkit Energi Baru, Ditandatangani

Albarsyah
9 September 2017 | 08:57
rubrik: Capital Market
Circular Economy RI Belum Mencakup UKM

Ilustrasi Energi Baru/Istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia—Pada Jumat (8/9/2017), telah dilakukan penandatanganan penjualan listrik dari perusahaan swasta pengembang listrik yang biasa disebut dengan independent power producer (IPP) dengan pihak BUMN listrik yaitu PT PLN (Persero). Penandatangan 11 pembangkit dari energi baru terbarukan ini dilaksanakan di kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta.

11 pengembang EBTKE (energi baru terbarukan dan konservasi energi) ini meliputi : delapan pembangkit listrik tenaga mikrohidro dan tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Menteri ESDM RI Ignatius Jonan mengatakan, bahwa harga jual listrik dari IPP semakin hari semakin baik dan harga juga semakin kompetitif.

“Untuk 11 pembangkit EBTKE yang sudah ditandatangani dua belah pihak antara pengembang swasta IPP dengan pihak pembeli tunggal yakni PT PLN, harga yang disepakati dengan dua kepembangkitan tersebut dari harga paling murah USD 6,52 cent/kwh sampai harga tertinggi USD 8,60 cent/Kwh. Ini menandakan bahwa listrik EBTKE  ini semakin hari semakin bisa bersaing dengan listrik fosil,” kata dia.

“ Apalagi perangkat-perangkat elektrik  EBTKE ini di pasaran pun harganya semakin kompetitif pula, kita bisa lihat dengan solar panel untuk energi surya, harganya semakin turun, maka harga listrik pun bisa turun dan kompetitif pula dong,” terang Menteri Jonan.

‘”Peluang listrik EBTKE ini akan semakin besar di tanah air ini, apalagi Indonesia sudah merancang mobil listrik dengan bahan bakar listrik, maka peluang kebutuhan akan listrik tentunya akan semakin tinggi, dan tentunya yang sangat penting tentunya listrik ini bisa terjangkau oleh masyarakat Indonesia karena ini merupakan kebutuhan sangat mendasar,” tegas Menteri Jonan.

Sementara itu Direktur Utama PLN Sofyan Basyir menyatakan, bahwa tahun ini akan banyak para pengembang yang sudah serius dalam membangun pembangkit berbasiskan EBTKE. Dan sampai Desember nanti akan diperkirakan ada kontrak EBTKE diperkirakan mencapai 1.000 mw.

BACA JUGA:   Dukung Transisi Energi, PLN Yakin PLTA Asahan III Beroperasi 2024

Lanjut Sofyan, “Mengenai harga jualnya sangat berbeda-beda tergantung dengan tingkat lapangan masing-masing kepembangkitan tersebut, semakin sulit dan investasi yang besar tentunya harganya jual listriknya pun akan berbeda. Jadi biaya pokok produksi (BPP) sangat menentukan harga jual listriknya,” ujar Sofyan.

Tags: energi baruesdmignasius jonanindependent power producerippplnsofyan basir
Previous Post

3 Layanan Baru di Seekmi.com

Next Post

PTI Kenalkan CCTV terbaru dari Hikvision

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR