Jakarta, TopBusiness – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus mengakselerasi pengembangan Kawasan Industri Bukit Batu di Desa Buruk Bakul, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Salah satu, langkah konkret yang tengah dilakukan adalah konsolidasi data secara menyeluruh untuk menarik minat investor.
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M Job Kurniawan, menegaskan pentingnya data yang akurat dan terintegrasi. “Kita ingin pemerintah solid, punya satu data satu tanggal. Baru data itu yang akan kita sampaikan ke investor,” ujarnya usai memimpin rapat koordinasi, Rabu (14/5/2025).
Untuk itu, Pemprov Riau bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis membentuk Tim Percepatan yang akan menyusun rencana induk, studi kelayakan, skema pembiayaan, dan kelembagaan kawasan. Pemkab Bengkalis diberikan waktu dua hari untuk melengkapi data yang dibutuhkan. Setelah itu, Pemprov menargetkan SK Gubernur terbit dalam waktu sepekan.
“Target minggu depan, SK selesai. Kita tidak mau hanya lihat slide, kita minta dokumen kajiannya lengkap. Baru bisa kami oper ke tim investasi,” tegas Job.
Ia menekankan bahwa Tim Percepatan harus bekerja dengan satu data yang konsisten sebagai dasar pengambilan keputusan. “Kalau datanya bolak-balik, susah. Kita ingin satu data atas Buruk Bakul,” tambahnya.
Kawasan ini dirancang sebagai pusat hilirisasi industri berbasis pertanian, kelautan, dan energi. Dengan luas 98.375 meter persegi, kawasan ini diharapkan mampu menarik investasi nasional maupun internasional, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan daerah. “Letaknya strategis, dekat jalur pelayaran internasional, lahan luas, dan potensi laut dalam. Ini cocok untuk pelabuhan dan industri besar,” jelasnya.
Meski demikian, Pemprov tetap menaruh perhatian pada aspek lingkungan. Saat ini, data teknis dari Pemkab Bengkalis sedang dilengkapi sebelum diajukan ke Gubernur Riau untuk proses pengundangan investor.
“Kita ingin data dilengkapi dulu. Setelah itu diserahkan ke Pak Gubernur, lalu baru beliau yang undang para investor,” sambungnya.
Sementara itu, di tingkat pusat, Bupati Bengkalis, Kasmarni, bersama Gubernur Riau, Abdul Wahid, telah memaparkan potensi Kawasan Industri Buruk Bakul di Kementerian Perindustrian di Jakarta, Rabu (7/5/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Kasmarni menyoroti lima keunggulan kawasan, yaitu lokasi strategis di jalur Selat Malaka, kekayaan sumber daya alam dari sektor perkebunan dan perikanan, ketersediaan lahan luas, potensi laut dalam untuk pelabuhan, serta akses jalan yang memadai.
Kasmarni juga menekankan pentingnya sektor industri pengolahan, khususnya subsektor kelapa sawit, yang berperan dalam memperkuat rantai nilai dan menyerap tenaga kerja lokal.
Dengan sinergi lintas sektor dan percepatan pengambilan keputusan, Bukit Batu diharapkan menjadi simbol pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal dan konektivitas global. Jika terwujud, kawasan ini akan menjadi pusat industri baru di Riau dan pendorong utama hilirisasi ekonomi daerah.
