TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

SKK Migas Nilai Penting Media Massa Sebagai Penyeimbang Berita di Industri Hulu Migas

Albarsyah
19 May 2025 | 14:51
rubrik: Business Info
SKK Migas Nilai Penting Media Massa Sebagai Penyeimbang Berita di Industri Hulu Migas

Jakarta, TopBusiness – Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D Suryodipuro menilai pentingnya peran media massa dalam mendukung kelancaran operasional industri hulu minyak dan gas (migas) melalui pemberitaan yang berimbang. 

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan edukasi media daerah yang digelar oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), antara lain bp Indonesia, ExxonMobil, Mubadala Energy, dan INPEX Indonesi didukung oleh SKK Migas, bekerja sama dengan Indonesia Business Post   bekerja sama dengan Indonesia Business Post, di Serpong, Senin (19/05/2025).

Dia menyatakan, peran media tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, namun juga membantu meminimalisir disinformasi yang beredar di masyarakat dan pemangku kepentingan lokal terhadap proyek dan kegiatan operasi hulu migas. “Kalau ada kendala dikarenakan disinformasi di daerah hingga proyek tertunda, yang paling dirugikan adalah masyarakat di daerah itu sendiri. Mereka akan terlambat menikmati manfaatnya,” ujarnya.

Edukasi ini menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman media terhadap kompleksitas industri hulu migas, termasuk perbedaan antara sektor hulu dan hilir, serta pentingnya menyampaikan informasi teknis dengan bahasa yang mudah dimengerti publik.

Dia pun menyoroti sejumlah tantangan global yang berdampak pada industri migas, seperti pertumbuhan ekonomi, konflik geopolitik, perubahan iklim, hingga transisi energi yang mendorong peningkatan kebutuhan gas dan pengembangan proyek rendah karbon seperti CCS/CCUS. Semua ini, kata Hudi, justru membuka peluang investasi hulu migas di Indonesia.

Dalam sesi edukasi tersebut, hadir pula sejumlah narasumber lain, antara lain A. Rinto Pudyantoro (Pengamat Energi dan Dosen Universitas Pertamina), Bobby Permana (Senior Policy Analyst Dirjen Migas Kementerian ESDM), Anggit Raksajati, Ph.D. (Dosen ITB), dan Pri Agung Rahmanto (Petrominer Institute).

Selain membahas tantangan industri, Hudi juga menjelaskan mekanisme kontrak kerja sama seperti Production Sharing Contract (PSC), skema cost recovery dan gross split, serta isu-isu seperti Participating Interest (PI) dan dana bagi hasil daerah yang kerap menjadi sorotan media lokal.

BACA JUGA:   Mubadala Energi terus Lakukan Ekplorasi Migas di Perairan Andaman

Ia berharap media mampu menjaga diskursus publik tetap berbasis fakta, serta membantu menjembatani komunikasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. “Media harus mampu menerjemahkan isu teknis menjadi pemberitaan yang bisa dipahami masyarakat luas,” tambahnya.

Hudi juga mengutip poin penting dari buku Etika Jurnalisme Migas karya Agus Sudibyo yang menggarisbawahi pentingnya integritas, akurasi, dan kedalaman dalam peliputan isu migas.

Kegiatan edukasi ini juga sekaligus menjadi bagian dari rangkaian partisipasi media daerah dalam acara IPA Convex 2025, yang mempertemukan para pemangku kepentingan industri energi nasional dan internasional.

Tags: skk migas
Previous Post

Kemenperin Gembleng Wirausaha Industri Fesyen dan Kriya Bisa Naik Kelas

Next Post

Sepekan Kemarin, BEI Catatkan Nilai Transaksi Harian Naik 24,52%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR