TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Wujudkan Rumah Impian Dengan Bahan Bangunan Ber-SNI

Editor
20 May 2025 | 15:05
rubrik: Article
Meningkatkan Daya Saing Baja Nasional Melalui Penerapan SNI

Oleh: Denny Wahyudhi

Pranata Humas Ahli Madya BSN

Rumah merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Permintaan akan rumah pun terus meningkat. Hal tersebut dapat terlihat dari masih masifnya pembangunan perumahan di beberapa kota di Indonesia. Bahkan saat ini, pemerintah juga memiliki program pembangunan 3 juta rumah untuk masyarakat Indonesia.

Seiring dengan perkembangan zaman, harapan memiliki sebuah rumah tak hanya sekedar bisa dihuni. Lebih dari itu, kini dibutuhkan rumah yang sehat, aman, dan bahkan juga ramah lingkungan. Dibutuhkan kesadaran bersama dalam membangun rumah yang mengacu pada persyaratan mutu dalam sebuah standar.

Salah satu faktor penting untuk mewujudkan rumah yang aman dan sehat adalah penggunaan bahan bangunan yang berkualitas. Parameter untuk menentukan bahan bangunan berkualitas, ketika produk tersebut memiliki jaminan kualitas, salah satunya Standar Nasional Indonesia (SNI).

Mengapa demikian? Standar adalah persyaratan teknis atau sesuatu yang dibakukan, termasuk tata cara dan metode yang disusun berdasarkan konsensus semua pihak/Pemerintah/keputusan internasional yang terkait dengan memperhatikan syarat keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengalaman, serta perkembangan masa kini dan masa depan untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.

Adapun SNI adalah Standar yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan berlaku di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan merujuk pada definisi tentang standar, maka isi SNI adalah mengenai persyaratan teknis atau sesuatu yang dibakukan, termasuk tata cara dan persyaratannya yang meliputi teknis, kualifikasi, dan/atau kompetensi yang berkaitan dengan Barang, Jasa, Sistem, Proses, dan Personal.

Untuk mendapatkan sertifikat SNI produk (barang), diperlukan proses penilaian kesesuaian oleh Lembaga sertifikasi produk yang terakreditasi. Lembaga sertifikasi produk menentukan suatu produk sesuai SNI setelah perusahaan mampu membuktikan telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu dan produk lolos uji berdasarkan persyaratan mutu yang ada dalam SNI.

BACA JUGA:   Keuangan Negara Bukan Hanya Utang

Jadi, meyakinkan diri sendiri bahwa produk bahan bangunan yang dibeli benar—benar sesuai harapan, dapat dilihat dari jaminan kualitas produk salah satunya yaitu ber-SNI. Sebaliknya, bisa dibayangkan, jika kita membeli produk yang kita pun tak tahu akan kualitasnya dan produk tersebut apakah telah menjalani dan lolos uji kualitas. Potensi munculnya risiko rumah bakalan tak awet, atau gangguan kesehatan penghuni rumah, tentunya juga akan lebih besar.

Di pasaran, sudah banyak bahan bangunan yang sudah ber-SNI. Sebut saja semen, bata ringan, cat, profil rangka baja ringan, dan keramik. Pipa dan sistem perpipaan/plumbing, juga ber—SNI. Pipa yang digunakan untuk pembangunan rumah menjadi bahan material yang penting karena mengalirkan air bersih yang tentunya berhubungan dengan masalah kesehatan.

Seiring kesadaran konsumen untuk hidup sehat dan perduli lingkungan, Produsen bahan bangunan kini pun menambahkan “value” pada produknya. Tak hanya ber-SNI, namun juga mulai ramah lingkungan. Seperti contoh, semen. Penggunaan material dan proses produksinya yang ramah lingkungan, menghasilkan semen hijau yang lebih rendah karbon daripada semen konvensional. Bahan bangunan lain seperti baja, juga mulai diproduksi tak hanya memenuhi SNI namun juga aspek keberlanjutan serta ekonomi sirkular. Ke depan, bisa jadi produsen bahan bangunan lain akan memiliki kecenderungan yang serupa demi mendukung terwujudnya K3L (keamanan, keselamatan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan hidup).

Meraih impinan rumah yang berkualitas, tentunya akan bisa terwujud jika dalam proses pembangunan rumah sesuai standar. Dari memilih bahan bangunan dan produk pendukung seperti perlengkapan listrik yang berkualitas, hingga membangun rumah yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tags: penulis
Previous Post

OJK: Pengaturan Bunga Pinjaman Daring Untuk Lindungi Konsumen

Next Post

Hadir di IPA Convex 2025, Pertamina Hulu Rokan Dorong Inovasi dan Penguatan Energi Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR