TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Fatwa Boikot MUI Perkuat UMKM dan Industri Nasional

Nurdian Akhmad
21 May 2025 | 09:00
rubrik: Business Info
Fatwa Boikot MUI Perkuat UMKM dan Industri Nasional

Jakarta, TopBusiness – Indonesia Halal Watch (IHW) bekerja sama dengan Pusat Riset Agama dan Kepercayaan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), meluncurkan hasil riset nasional bertajuk “Fatwa Boikot MUI dan Dampaknya terhadap Pertumbuhan Industri Nasional”, Selasa (20/5/2025) di Gedung Widya Graha BRIN, Jakarta.

Riset ini mengkaji dampak Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 83 Tahun 2023 mengenai dukungan terhadap Palestina dan seruan boikot terhadap produk yang terafiliasi dengan Israel, terhadap pola konsumsi masyarakat serta pertumbuhan industri nasional.

“Hasil riset kami menunjukkan bahwa fatwa MUI tidak hanya berdampak moral dan keagamaan, tetapi juga menciptakan perubahan struktural dalam perilaku konsumsi masyarakat Indonesia yang kini lebih berpihak kepada produk nasional,” ungkap Dr. H. Ikhsan Abdullah, SH., MH., Founder IHW dalam siaran pers peluncuran hasil riset, Rabu (21/5/2025).

Dari total 975 responden di 13 wilayah kota/kabupaten, sebanyak 93,4% mendukung fatwa MUI, dan 92,5% kini lebih selektif dalam memilih produk, hanya membeli produk dengan label nasional. Pergeseran konsumsi terjadi secara signifikan pada sektor makanan cepat saji (77,6%), minuman (75,2%), dan air mineral (78,2%).

Masyarakat juga mulai menghindari merek-merek global yang dianggap terafiliasi dengan Israel, dan beralih ke produk lokal seperti  Le Minerale untuk merek air mineral,  Kopi Kapal api,  Hisana D’Besto, Wardah, hingga So Klin.

Dampak Positif bagi UMKM dan Industri Nasional

Peneliti dari BRIN menyebutkan bahwa gerakan boikot ini memberikan ruang tumbuh yang luas bagi UMKM dan industri lokal. Tentu ini merupakan berkah bagi Indonesia  “Fatwa MUI menjadi momentum penguatan Bangkitnya  Ekonomi Nasional berbasis etika konsumsi. Ini menunjukkan bahwa keputusan religius bisa mendorong solidaritas ekonomi yang konkret,” kata salah satu peneliti BRIN dalam paparan hasil riset Selasa kemarin

BACA JUGA:   BSI Gandeng MUI dan PBNU Perkuat Perekonomian Umat

Produk nasional kini lebih dilirik karena dinilai berkualitas dan lebih menjamin kemandirian ekonomi. Indofood, Mayora, Wings, dan produsen lokal lainnya mengalami lonjakan permintaan. Ini tentu menjadi berkah bagi produsen Dalam Negeri 

Rekomendasi Kebijakan dan Kolaborasi Nasional

Riset ini juga merekomendasikan:

– Sosialisasi lanjutan Fatwa MUI melalui media dan komunitas

– Penguatan label dan logo produk nasional yang resmi

– Dukungan pemerintah terhadap produk alternatif lokal

– Penyusunan daftar resmi produk terafiliasi Israel untuk menghindari hoaks

– Kolaborasi lintas sektor antara MUI, pemerintah, industri, media, dan masyarakat

“Kami berharap pemerintah dapat segera merilis logo nasional untuk membantu masyarakat memilih produk lokal dengan lebih mudah. Ini bukan hanya gerakan boikot, tetapi gerakan kedaulatan ekonomi berbasis etika dan solidaritas,” tegas Ikhsan Abdullah.

Tags: boikot produkMUI
Previous Post

Strategi Humpuss Maritim Pacu Kinerja 2025, Tambah Lini Usaha

Next Post

Pembukaan Perdagangan, IHSG di Wilayah Hijau

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR