TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indonesia Siap Lelang 60 Lapangan Migas, 25 Raksasa Tertarik Masuk

Albarsyah
21 May 2025 | 15:19
rubrik: Business Info
Kinerja  9 KKKS Besar Lampaui Target Lifting

Jakarta, TopBusiness – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membeberkan bahwa pemerintah dalam dua tahun ke depan akan melelang 60 blok minyak dan gas bumi (migas).

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto mengungkapkan terdapat setidaknya 25 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang tertarik untuk masuk ke Indonesia untuk menggarap potensi migas nasional.

“Ada banyak ada 25 (KKKS tertarik masuk). (Potensi migas RI) menarik dong sama kan kita potensi di Indonesia banyak kita ke depan mau lelang 60 blok,” ujarnya saat ditemui di sela acara IPA Conference & Exhibition 2025, di BSD, Selasa (20/5/2025).

Dari sebanyak 25 KKKS yang tertarik untuk berinvestasi di RI, beberapa diantaranya merupakan perusahaan migas kelas kakap seperti perusahaan migas asal Inggris Shell, perusahaan migas Perancis Total, hingga perusahaan migas Amerika Serikat (AS) Chevron.

Beberapa perusahaan yang akan menggarap potensi migas dalam negeri tersebut, lanjut Djoko, utamanya akan melakukan kegiatan eksplorasi potensi migas. “Ada yang sudah joint study, ada yang mau tinggal jalan, tinggal pilih lah,” imbuhnya.

128 Cekungan

Kepala Divisi Prospektivitas Migas dan Manajemen Data Wilayah Kerja SKK Migas Asnidar mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia memiliki hingga 65 cekungan potensi minyak dan gas bumi (migas) yang belum tereksplorasi.

Dia mengatakan, sejatinya Indonesia memiliki hingga 128 cekungan migas yang mana lebih dari setengahnya yakni sebanyak 65 cekungan masih ‘perawan’ alias belum tereksplorasi. “Dari 128, masih ada 65 basin yang masih unexplored. Artinya apa? Lebih besar di atas 50% yang belum di unexplored,” ujarnya dalam Media Briefing IPA Convex, di Jakarta, Kamis (24/4/2025).

BACA JUGA:   Optimalkan Serapan Gas Bumi Nasional, SKK Migas Gelar Forum Gas 2024

Adapun, 128 cekungan tersebut terdiri dari 20 cekungan yang sudah berproduksi, 27 cekungan discovery, 5 cekungan terbukti dengan sistem petroleum, 3 cekungan indikasi hidrokarbon, 8 cekungan dengan data geologi dan geofisika, dan 65 cekungan belum tereksplorasi. “Dan angka ini dalam 1 dekade tidak berubah, belum berubah. Nanti kita lihat ada momentum penting berubah, ada yang bergerak nanti. Saat Masela onstream nanti, Masela onstream, ini membuktikan akan ada naik 1 basin produksi,” imbuhnya.

Dengan masih adanya cekungan migas itu, Asnidar optimis terhadap peluang investasi sektor migas di dalam negeri. “Dan ini poin pentingnya adalah, dari 128 ini ada 2 hal yang kita highlight di sini adalah peluang. Peluang kita kalau kita bicara peluang, kita masih optimis, masih banyak peluang ke depan. Dan yang kedua adalah tantangan,” tegasnya.

Tags: skk migas
Previous Post

Incar Konsumen Internasional, PGEO Ekspansi Usaha Baru

Next Post

Raksasa Migas Kuwait Mau Gandeng Pertamina Cs, Garap ‘Harta Karun’ Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR