Jakarta, TopBusiness – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan kriteria wilayah kerja (WK) yang kemungkinan dilirik oleh sejumlah raksasa energi global, yang akhir-akhir ini tertarik untuk kembali ke sektor hulu migas RI.
Dalam kaitan itu, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Eksplorasi dan Peningkatan Produksi Migas Nanang Abdul Manaf membenarkan sejumlah raksasa migas atau big oil memang tengah menjajaki peluang untuk mencari cadangan baru, guna mempertebal portofolionya.
“Saya baru mendapatkan informasi dari kawan-kawan Eksplorasi di SKK Migas [Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi],” ujarnya saat dihubungi, Senin (19/5/2025).
Berdasarkan informasi yang didapatkannya dari SKK Migas, Nanang menyebut sejumlah raksasa migas global kemungkinan besar tengah mencari cadangan migas baru berukuran raksasa atau giant.
“Saya yakin sekelas Chevron, TotalEnergies, dan Shell yang kita masukkan dalam kategori super major oil companies; mereka mencari cadangan migas baru yang ukurannya giant, seperti ukuran Lapangan Banyu Urip, Abdai Masela, Geng North, dan lainnya.”
Sebaran Areal
Nanang menerangkan WK migas dengan kapasitas cadangan jumbo tersebut kebanyakan terdapat di areal frontier seperti laut dalam.
Adapun, areal-areal tersebut kebanyakan tersebar di Pantai Barat Sumatra, Pantai Selatan Jawa Timur atau yang disebut Fore Arc Basins, dan cekungan Andaman. Lalu, ada pula yang tersebar di wilayah Timur Indonesia seperti di sekitar Banda Arc, Timor, dan Arafura. “Kalau yang on shore ke arah Warim, perbatasan dengan Papua Nugini,” lanjutnya.
Belakangan ini, sejumlah big oil disinyalir telah menyatakan ketertarikannya untuk kembali berinvestasi di hulu migas Indonesia.
TotalEnergies, misalnya, berencana mengimpit saham minoritas pada blok eksplorasi Bobara yang kini dikerjakan Petronas. TotalEnergies bersama dengan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dikabarkan bakal mengakuisisi sekitar 25% saham yang dilepas Petronas di Blok Bobara.
Selain itu, raksasa migas Prancis tersebut turut berpartisipasi pada studi bersama atau joint study hulu migas yang saat ini tengah dikerjakan Petronas di sejumlah open area di Indonesia timur. Rencanannya, TotalEnergies akan masuk saat sejumlah blok hasil joint study itu masuk dalam putaran lelang.
“Terkait dengan WK Bobara, proses business to business antara Petronas dan Total infonya masih berlangsung,” kata Kepala Divisi Prospektivitas Migas dan Manajemen Data Wilayah Kerja SKK Migas Asnidar saat dimintai konfirmasi, Jumat (2/5/2025).
Selain Total, raksasa migas asal Amerika Serikat (AS), Chevron Corporation, disebut-sebut turut menjajaki kesempatan untuk ikut lelang blok migas yang akan ditawarkan pemerintah.
Rumor itu dikonfirmasi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (16/5/2025).
Menurut Yuliot, Chevron bakal ikut dalam penawaran lelang yang akan dibuka otoritas hulu migas pada tahun ini. Dia menyebut pemerintah akan mempercepat proses lelang untuk 30 WK migas potensial tahun ini.
“Jadi ini segera kita lakukan lelang. Jadi salah satu pemain global [yang ikut lelang tersebut] adalah Chevron,” kata Yuliot, tanpa mengelaborasi WK mana yang dilirik oleh Chevron.
