TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Suku Bunga Menukik, Obligasi Jadi Menarik

Achmad Adhito
23 May 2025 | 08:36
rubrik: Capital Market
Ilustrasi: Istimewa

Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Head of IPOT Fund and Bond Indo Premier Sekuritas, Dody Mardiansyah menjelaskan bahwa penurunan suku bunga BI Rate menjadi 5,50% menciptakan peluang menarik di pasar obligasi, khususnya bagi investor yang sebelumnya menempatkan dananya di deposito. Obligasi yang telah diterbitkan dan masih beredar di pasar sekunder umumnya menawarkan tingkat kupon tetap yang lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi baru yang akan terbit di tengah tren suku bunga yang menurun.

“Ketika suku bunga turun, harga obligasi lama akan naik karena investor bersedia membayar lebih mahal untuk mendapatkan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi dari kupon tetap tersebut. Hal ini terjadi sebagai bentuk penyesuaian pasar agar yield obligasi lama selaras dengan suku bunga acuan yang baru,” jelas Dody dalam analisis terbaru yang diterima pagi ini oleh redaksi Majalah TopBusiness.

Ia menambahkan, kondisi ini menjadi momentum strategis bagi investor deposito untuk beralih ke obligasi. “Dengan bunga deposito yang cenderung turun mengikuti BI Rate, banyak investor mulai melirik instrumen yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi seperti obligasi. Permintaan meningkat, harga obligasi naik, dan investor bisa menikmati capital gain selain kupon yang tetap,” ujarnya.

Ia mencontohkan obligasi pemerintah FR0096 di IPOT Bond yang akan jatuh tempo pada 2033 dengan kupon 7,00%. Saat ini suku bunga berada di angka 5,75% artinya mempunyai spread 1,25% atau 125 bps.

“Jika suku bunga diturunkan 25 bps atau 0,25% ke 5,50% maka spread akan melebar menjadi 150 bps, hal ini membuat FR0096 jauh lebih menarik, dan membuat demand naik yang akhirnya berimbas pada harga obligasinya yang akan naik juga,” terangnya.

BACA JUGA:   IHSG Rawan Profit Taking, Saham Ini bisa Jadi Pilihan

Penurunan suku bunga ini adalah sinyal yang sangat positif bagi pasar keuangan. Penurunan ini mengindikasikan adanya ruang untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, dan obligasi, sebagai instrumen pendapatan tetap, akan memainkan peran krusial dalam portofolio investasi di kondisi ini.

“Saat suku bunga dipangkas merupakan waktu yang tepat bagi investor untuk lebih aktif dalam memanfaatkan potensi pasar obligasi dalam jangka menengah hingga panjang,” tandas Dody.

Ia menambahkan, untuk membantu investor ritel memaksimalkan keuntungan di momentum ini, pihaknya menyediakan akses ke berbagai pilihan obligasi di pasar sekunder melalui IPOT Bond. Platform ini memungkinkan investor ritel untuk mengakses instrumen obligasi dengan harga yang lebih murah dibandingkan platform lain.

Tags: Indo premier sekuritasinvestasi obligasiipotipot bond
Previous Post

IHSG bisa Ditopang Apresiasi Rupiah, Investor Direkomendasikan Saham Ini

Next Post

Easycash Terima Pendanaan Ratusan Miliar dari CTBC

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR