Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi sideways hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (23/05/2025) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Bursa AS ditutup mixed pada Kamis (22/5). Dow -0,00%, S&P 500 -0,04%, Nasdaq +0,28%. Pasar AS tidak menunjukkan pergerakan signifikan di saat investor menilai dampak RUU pajak Trump yang baru saja diloloskan oleh DPR AS.
Pasar komoditas ditutup cenderung melemah pada Kamis (22/5). Minyak WTI -0,72% ke level USD 60,80/bbl, minyak Brent -0,72% ke level USD 64,44/bbl, batu bara -0,80% ke level USD 105,00/ton, CPO -1,93% ke level MYR 3.821, dan emas -0,52% ke level USD 3.296,2/oz.
Bursa Asia ditutup melemah pada Kamis (22/5). Kospi -1,31%. Hang Seng -1,19%. Nikkei -0,84%. dan Shanghai -0,22%.
IHSG menguat 0,34% ke level 7.167,0, dengan net buy asing sebesar Rp 621,8 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 553,1 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing sebesar Rp 68,7 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 462,4 miliar), ANTM (Rp 85,4 miliar), dan BMRI (Rp 85,3 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak ASII (Rp 77,9 miliar), ADRO (Rp 47,5 miliar), dan AMRT (Rp 44,7 miliar). Top leading movers emiten BRPT, BBRI, TLKM, sementara top lagging movers emiten KLBF, BBCA, BBNI.
Baik Kospi (+0,38%) maupun Nikkei (+0,34%) dibuka menguat pagi ini. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini, mengingat sentimen beragam dari pasar regional dan global,” demikian tertulis di website.
